Minggu, 12/10/2025
Minggu, 12/10/2025
Dua siswa SMAN 10 Samarinda, Albert Justin Immanuel Panggabean dan Ravee Lucky Rizky Kangiden, peraih medali perak OSN 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang. (Foto: Dok. SMAN 10 Samarinda)
Minggu, 12/10/2025

Dua siswa SMAN 10 Samarinda, Albert Justin Immanuel Panggabean dan Ravee Lucky Rizky Kangiden, peraih medali perak OSN 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang. (Foto: Dok. SMAN 10 Samarinda)
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Perjuangan panjang siswa SMA Negeri 10 Samarinda akhirnya membuahkan hasil membanggakan di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang.
Dua siswa dari sekolah tersebut berhasil meraih medali perak untuk Kalimantan Timur (Kaltim). Mereka adalah Albert Justin Immanuel Panggabean pada cabang kimia dan Ravee Lucky Rizky Kangiden pada cabang informatika.
Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) itu diikuti 540 siswa dari seluruh Indonesia.
Selama lima hari, peserta bersaing ketat dalam berbagai bidang sains hingga akhirnya diumumkan para juara terbaik pada penutupan, Sabtu (11/10/2025).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA Negeri 10 Samarinda Ni Made Adnyani mengatakan, keberhasilan siswanya menembus dan meraih medali di tingkat nasional merupakan hasil dari pembinaan panjang selama satu tahun.
“Proses seleksi dimulai dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Untuk Kaltim ada 10 siswa yang mewakili, dan empat di antaranya dari SMA Negeri 10. Dua siswa berhasil membawa pulang medali perak,” ujar Ni Made Andyani, Minggu, (12/10/2025).
Persiapan SMA Negeri 10 menuju OSN dilakukan secara berkesinambungan, meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Salah satunya minimnya fasilitas laboratorium standar di sekolah, padahal lomba OSN menuntut kemampuan teori sekaligus praktik.
“Karena itu kami harus mencari lembaga di luar sekolah yang menyediakan fasilitas praktikum untuk latihan. Semua dilakukan dengan biaya mandiri dan dukungan orang tua siswa,” jelasnya.
Ni Made berharap, prestasi ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim agar fasilitas pendukung pembelajaran sains di sekolah dapat ditingkatkan.
“Kalau kita ingin mencetak scientist andal, maka fasilitas dasar seperti laboratorium itu mutlak harus ada,” tegasnya.
Para juara OSN 2025 nantinya akan mendapat pembinaan lanjutan dari Puspresnas untuk mempersiapkan diri bersaing di tingkat internasional.
Prestasi Kaltim, khususnya SMA Negeri 10 Samarinda, menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi di panggung nasional. (Adv)
Editor: Erwin
Minggu, 12/10/2025
Dua siswa SMAN 10 Samarinda, Albert Justin Immanuel Panggabean dan Ravee Lucky Rizky Kangiden, peraih medali perak OSN 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang. (Foto: Dok. SMAN 10 Samarinda)
TERPOPULER