Kamis, 14/08/2025

Petani Hebat, Sawit Kuat: BPDP dan Ditjenbun Tingkatkan Produktivitas Lewat Pelatihan Panen dan Pasca Panen di Paser

Kamis, 14/08/2025

Kunjungan Lapangan peserta pelatihan ke area PT AJP. (Istimewa).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Petani Hebat, Sawit Kuat: BPDP dan Ditjenbun Tingkatkan Produktivitas Lewat Pelatihan Panen dan Pasca Panen di Paser

Kamis, 14/08/2025

logo

Kunjungan Lapangan peserta pelatihan ke area PT AJP. (Istimewa).

Penulis : Dwi Cahyo

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN- Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Kementerian Keuangan bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) dan Kementerian Pertanian, berkolaborasi menggandeng PT. Citra Widya Education (CWE), melaksanakan Pelatihan Teknis Panen dan Pasca Panen bagi para pekebun sawit di Kabupaten Paser.

Kegiatan yang berlangsung sejak 11–15 Agustus 2025 lalu. Diikuti 93 peserta yang berasal dari Angkatan IV, V, dan VI. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit (PKS). 

Program strategis pemerintah tersebut untuk meningkatkan kompetensi pekebun swadaya dalam mengelola kebun sawit secara berkelanjutan. Sebab pelatihan tersebut dirancang tidak hanya memberikan wawasan teknis, tetapi juga memperkuat kapasitas manajerial, kesadaran lingkungan, dan kemampuan adaptasi petani terhadap tuntutan industri sawit global yang semakin ketat.

Direktur PT. CWE, Nugroho, mengungkapkan bahwa dunia perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu kebanggaan Indonesia. Karena menjadi penopang devisa negara. Dari total 16,38 juta hektar lahan sawit di Indonesia, 42% dikelola oleh petani rakyat.


"Kami harap para peserta dapat membawa pulang ilmu yang diperoleh dan membagikannya kepada rekan-rekan petani di wilayah masing-masing, sehingga manfaat program ini meluas dan menciptakan efek berganda di komunitas perkebunan rakyat," ucap Nugroho.

Selama lima hari pelatihan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang mencakup materi di kelas, diskusi interaktif, dan simulasi teknis. Peserta juga berkesempatan melakukan kunjungan lapangan ke kebun sawit milik PT AJP, yang telah menerapkan praktik panen dan pasca panen sesuai standar mutu industri.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, Djoko Bawono. Mengapresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menilai pelatihan tersebut merupakan pelatihan terakhir di tahun 2025. Yang diikuti total 550 petani sawit sepanjang tahun.

Untuk itu, ia berharapa sudah mengusulkan 1.134 petani dari 11 KUD sebagai peserta pelatihan untuk tahun depan, yang tersebar di 139 desa dan 5 kelurahan di Kabupaten Paser.

“Hampir seluruh petani di Paser menanam kelapa sawit, sehingga membangun sumber daya manusia di sektor ini menjadi prioritas utama. Harapan kami, pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Paser,” ujar Djoko Bawono.

Menurutnya peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan tersbeut bukan hanya penting untuk produktivitas. Tetapi juga untuk membangun kesadaran akan standar keberlanjutan, termasuk dalam penerapan praktik pertanian ramah lingkungan dan manajemen kebun yang efisien.

"Dengan ini kami optimis bahwa petani Paser akan semakin siap menghadapi tantangan industri, mulai dari fluktuasi harga hingga tuntutan sertifikasi internasional," terangnya.


Sementara itu, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Baginda Siagian, menyampaikan pandangan strategis terkait pentingnya peningkatan produktivitas petani sawit rakyat. Ia menegaskan bahwa ekspor produk pertanian, khususnya kelapa sawit, masih menjadi yang terbesar di Indonesia, dengan nilai mencapai Rp464 triliun.

“Ini adalah kebanggaan bagi kita semua, namun kenyataannya rata-rata produktivitas petani saat ini baru mencapai sekitar 3 ton per hektar, padahal potensi optimalnya bisa mencapai 5–6 ton per hektar. Kesenjangan inilah yang menjadi PR besar bagi kita,” Ujar Baginda Siagian.

Dikatakan, pelatihan teknis yang terstruktur tersebut, merupakan upaya pemerintah untuk mendorong peningkatan kapasitas petani. Mulai dari keterampilan panen, penanganan pasca panen, hingga pengelolaan kebun secara keseluruhan. Ia juga menyoroti bahwa kebutuhan CPO untuk mendukung program B50 yakni campuran biodiesel 50% berbasis minyak sawit membutuhkan CPO, sehingga Pemerintah dan perusahaan tidak bisa bekerja sendiri.

"Peran petani sangat krusial untuk memastikan pasokan tetap terjaga dan berkualitas tinggi," ungkapnya.

Untuk jangka oanjang, direncanakan untuk memperluas jenis pelatihan di masa depan, tidak hanya terbatas pada panen dan pasca panen, teknis budidaya, penerapan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) namun perlu ditambahnya pelatihan hilirisasi agar petani memahami nilai tambah produk kelapa sawit.

Dengan begitu, petani dapat memperluas peluang usaha mereka dan mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar dari hasil kebun. Ia optimis bahwa dengan komitmen bersama, petani sawit rakyat akan mampu bersaing dengan pelaku swasta besar, terutama di wilayah-wilayah produktif seperti Kabupaten Paser.


"Kami harap ini menjadi motor penggerak dalam peningkatan produktivitas dan keberlanjutan sektor perkebunan kelapa sawit. Pengetahuan dan keterampilan yang ditransfer antar petani akan menciptakan efek domino yang memperkuat kapasitas kolektif. Pada akhirnya, program seperti ini bukan hanya tentang peningkatan produktivitas, tetapi juga tentang membangun masa depan perkebunan kelapa sawit rakyat yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan," pungkasnya. (adv)

Petani Hebat, Sawit Kuat: BPDP dan Ditjenbun Tingkatkan Produktivitas Lewat Pelatihan Panen dan Pasca Panen di Paser

Kamis, 14/08/2025

Kunjungan Lapangan peserta pelatihan ke area PT AJP. (Istimewa).

Share

Berita Terkait