
Senin, 07/09/2026
Senin, 07/09/2026
Ruang pelayanan Kantor Dispusip Kutim. (Foto: Zulhamri/korankaltim.com)

Senin, 07/09/2026

Ruang pelayanan Kantor Dispusip Kutim. (Foto: Zulhamri/korankaltim.com)
Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kutai Timur (Kutim) terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan. Salah satunya melalui layanan perpustakaan digital i-Kutim yang dapat diakses menggunakan telepon pintar.
Aplikasi tersebut gencar disosialisasikan, terutama kepada kalangan pelajar, sebagai salah satu upaya memperkuat budaya literasi di tengah tingginya penggunaan perangkat digital oleh generasi muda.
Kabid Layanan, Pengolahan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dispusip Kutim, Kamariah, mengatakan kehadiran i-Kutim memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh bahan bacaan tanpa harus datang langsung ke perpustakaan. Gawai sudah menjadi bagian dari keseharian anak-anak.
“Kami mencoba menghadirkan perpustakaan lebih dekat melalui i-Kutim agar mereka tetap bisa membaca dan mencari referensi dengan mudah,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan koleksi digital tersebut secara gratis setelah memiliki akun. Aplikasi i-Kutim juga dapat diunduh melalui Play Store sehingga akses terhadap buku elektronik menjadi lebih praktis.
Saat ini, i-Kutim telah memiliki lebih dari 9.000 judul buku digital dengan beragam kategori. Koleksi tersebut mencakup buku ilmu pengetahuan, pendidikan, sastra, pengembangan diri, hingga berbagai bacaan untuk anak-anak.
“Pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya untuk meminjam buku digital yang tersedia. Cukup memiliki akun, kemudian koleksi yang dibutuhkan bisa dipilih dan dibaca melalui aplikasi,” jelasnya.
Selain kemudahan akses, i-Kutim juga memiliki fitur membaca secara luring atau offline. Buku elektronik yang telah diunduh akan tersimpan pada perangkat sehingga tetap dapat dibaca ketika pengguna berada di lokasi dengan koneksi internet terbatas.
Fitur tersebut dinilai menjadi salah satu keunggulan layanan perpustakaan digital, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan jaringan internet.
Senada, Pustakawan Dispusip Kutim, Beatrix Aprastia mengatakan, i-Kutim dirancang untuk memberikan fleksibilitas kepada masyarakat dalam memanfaatkan layanan perpustakaan.
“Melalui i-Kutim, masyarakat bisa membawa koleksi perpustakaan ke dalam perangkat mereka. Jadi, kegiatan membaca tidak lagi terbatas oleh tempat dan waktu,” katanya.
Selain menyediakan ribuan koleksi buku digital, aplikasi tersebut juga memiliki fitur interaktif. Pengguna dapat memberikan ulasan terhadap buku yang dibaca, membagikan rekomendasi bacaan, serta berinteraksi dengan pembaca lainnya.
“Pengguna tidak hanya membaca sendiri, tetapi juga bisa saling merekomendasikan buku dan memberikan tanggapan,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin

Senin, 07/09/2026
Ruang pelayanan Kantor Dispusip Kutim. (Foto: Zulhamri/korankaltim.com)
TERPOPULER