Selasa, 01/09/2026
Selasa, 01/09/2026
Direktur Utama PT BKS, Nindya Listyono. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Selasa, 01/09/2026

Direktur Utama PT BKS, Nindya Listyono. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Memasuki usia ke-26 tahun, PT Bara Kaltim Sejahtera (BKS) mulai mendorong transformasi bisnis untuk memperkuat kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim. BUMD milik Pemprov Kaltim itu menargetkan munculnya sumber-sumber pendapatan baru di luar kontribusi yang selama ini diperoleh melalui anak usahanya, PT Musi Kaltim Sejahtera (MKS).
Direktur Utama PT BKS Nindya Listyono mengatakan, transformasi menjadi momentum bagi perusahaan untuk melakukan pembenahan sekaligus melihat peluang bisnis yang lebih luas. Menurutnya, BKS harus mampu berkembang mengikuti dinamika ekonomi dan tidak hanya bertumpu pada sumber pendapatan yang sudah berjalan.
“Kami mengusung tema transformasi agar perusahaan hari ini hadir dengan logo baru, semangat baru, dan spirit baru. Harapannya ke depan kita bisa menambah sumber-sumber PAD lain,” kata Nindya seusai syukuran HUT PT BKS di Samarinda, Selasa (1/9/2026).
Perubahan tersebut ditandai dengan pembaruan identitas visual perusahaan. Logo baru BKS memadukan ornamen aliran sungai dengan warna merah dan biru. Unsur aliran sungai menggambarkan kekayaan sumber daya alam Kaltim, sedangkan warna merah dimaknai sebagai keberanian mengambil peluang dan warna biru merepresentasikan potensi sumber daya yang dimiliki daerah.
Namun perubahan identitas tersebut tidak hanya dimaknai sebagai pergantian logo. BKS ingin menjadikannya sebagai penanda dimulainya semangat baru dalam pengelolaan perusahaan, termasuk memperkuat tata kelola dan membuka peluang pengembangan bisnis yang dapat memberikan tambahan kontribusi bagi daerah.
Selama ini, PT MKS menjadi salah satu penopang kontribusi BKS terhadap PAD Kaltim. Ke depan, perusahaan ingin memperluas sumber pendapatan agar kontribusi kepada daerah dapat berasal dari lebih banyak lini usaha. “Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi BKS sebagai BUMD yang mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi pemerintah daerah,” terangnya.
Proses transformasi membutuhkan dukungan dan sinergi dengan berbagai pihak. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, BUMD lainnya, sektor perbankan, maupun pemangku kepentingan lainnya dinilai penting untuk membuka peluang usaha sekaligus memperkuat kinerja perusahaan.
Peringatan HUT ke-26 BKS tahun ini dikemas sederhana melalui kegiatan syukuran dan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dari Panti Asuhan Qolbun Salim Samarinda. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Kaltim, perwakilan BUMD se-Kaltim, sektor perbankan, serta insan pers.
Momentum ulang tahun tersebut sekaligus menjadi titik awal bagi BKS untuk membawa semangat baru dalam perjalanan perusahaan. Dengan transformasi dan perluasan lini usaha, BKS menargetkan kontribusi yang lebih besar terhadap PAD sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu instrumen ekonomi Pemerintah Provinsi Kaltim. (*)
Editor: Aspian Nur
Selasa, 01/09/2026
Direktur Utama PT BKS, Nindya Listyono. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
TERPOPULER