Jumat, 28/08/2026
Jumat, 28/08/2026
Suasana kegiatan Maulid Nabi di SMAN 10 Samarinda. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Jumat, 28/08/2026

Suasana kegiatan Maulid Nabi di SMAN 10 Samarinda. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 10 Samarinda tidak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum bagi siswa untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam proses belajar dan meraih prestasi.
Rangkaian kegiatan Maulid Nabi tahun 2026 tersebut melibatkan siswa kelas 10 dan 11 di Kampus A, serta siswa kelas 12 di Education Center. Kegiatan juga diikuti oleh sejumlah guru.
Ketua Panitia Maulid Nabi SMAN 10 Samarinda, Aisyiyah Erlikhoirunnisah, mengatakan kegiatan tersebut dikemas dengan sejumlah rangkaian yang melibatkan siswa secara aktif.
Di antaranya pembuatan pohon telur yang dilakukan oleh masing-masing kelas dan dilombakan. Pohon telur tersebut menjadi salah satu bagian dari perayaan Maulid Nabi sekaligus dimaknai sebagai simbol kerja sama antarsiswa.
Selain itu, kegiatan diisi dengan salat bersama, sesi tanya jawab seputar Nabi Muhammad SAW, hingga permainan edukatif yang melibatkan siswa.
Menurut Aisyiyah, keterlibatan siswa dalam berbagai rangkaian kegiatan diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan acara, tetapi dapat memberikan pemahaman mengenai sosok Rasulullah sebagai teladan.
Ia berharap para siswa dapat menanamkan sifat dan sikap yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, terutama dalam menjalani proses pendidikan.
“Diharapkan dengan adanya kegiatan Maulid ini, para siswa bisa lebih menanamkan sifat dari Rasulullah SAW dan sikap dalam belajar, dalam berprestasi juga,” ujarnya.
Sementara itu, Guru Pendidikan Agama Islam SMAN 10 Samarinda, Abdul Salman Alfarid, mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi salah satu upaya sekolah untuk membangun kebiasaan positif di kalangan siswa.
Menurutnya, sebagai lingkungan pendidikan yang mayoritas siswanya beragama Islam, nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW perlu terus dikenalkan dan diterapkan dalam kehidupan siswa.
“Ini bentuk update kebiasaan anak-anak. Harapannya karena sekolah kita mayoritas muslim, kita merujuk langsung kepada keteladanan beliau, Nabi Besar Muhammad SAW,” katanya.
Abdul Salman menjelaskan, pembinaan keagamaan di SMAN 10 Samarinda tidak hanya dilakukan melalui peringatan hari besar keagamaan. Sekolah juga memiliki sejumlah program penunjang yang dilaksanakan secara rutin.
Salah satunya kegiatan kokurikuler yang dapat dilaksanakan pada jam awal pembelajaran atau jam ke-0. Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memberikan ruang pembinaan karakter dan keagamaan kepada peserta didik.
Ia menegaskan, pembinaan keagamaan di sekolah juga tidak hanya diperuntukkan bagi siswa beragama Islam. Sekolah berupaya mengakomodasi seluruh agama melalui pembinaan serta fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa.
“Fokus kita di bidang keagamaan itu mencakup semua, tidak hanya agama Islam. Semua agama kita akomodasi dengan pembinaan dan bentuk-bentuk fasilitas dari sekolah,” pungkasnya. (*)
Editor: Erwin
Jumat, 28/08/2026
Suasana kegiatan Maulid Nabi di SMAN 10 Samarinda. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
TERPOPULER