Jumat, 04/09/2026
Jumat, 04/09/2026
ASUS, ExpertBook Ultra disebut unggul dalam sejumlah aspek, mulai dari kecerahan layar, ukuran dan teknologi touchpad, kapasitas baterai, kemampuan grafis terintegrasi, hingga pemrosesan kecerdasan buatan (AI) secara lokal. (Tim ASUS)
Jumat, 04/09/2026

ASUS, ExpertBook Ultra disebut unggul dalam sejumlah aspek, mulai dari kecerahan layar, ukuran dan teknologi touchpad, kapasitas baterai, kemampuan grafis terintegrasi, hingga pemrosesan kecerdasan buatan (AI) secara lokal. (Tim ASUS)
Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – ASUS ExpertBook Ultra diklaim menawarkan sejumlah keunggulan teknis dibandingkan laptop bisnis flagship dari sejumlah kompetitor.
Perangkat tersebut dibandingkan dengan Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 13 Aura Edition, Dell Latitude 7450 Premium, HP EliteBook Ultra G1i AI 14, serta Apple MacBook Air M4 13 inci.
Dalam perbandingan yang dilakukan ASUS, ExpertBook Ultra disebut unggul dalam sejumlah aspek, mulai dari kecerahan layar, ukuran dan teknologi touchpad, kapasitas baterai, kemampuan grafis terintegrasi, hingga pemrosesan kecerdasan buatan (AI) secara lokal.
Pada sektor layar, ExpertBook Ultra menggunakan panel Tandem OLED 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak hingga 1.400 nits HDR. Teknologi tersebut diklaim memberikan visibilitas lebih baik ketika perangkat digunakan di luar ruangan dengan paparan cahaya matahari.
Sementara pada bagian touchpad, laptop ini dibekali area berukuran 110 cm² dengan enam sensor serta teknologi Edge-to-Edge Glass Haptic Touchpad. ASUS menyebut konfigurasi tersebut memberikan pengalaman penggunaan yang lebih responsif dibandingkan touchpad dengan empat sensor maupun touchpad konvensional.
Dari sisi daya tahan, ExpertBook Ultra memiliki baterai berkapasitas 70 Wh dengan masa penggunaan yang diklaim mencapai 26 jam. Pengisian daya juga disebut mampu mencapai 50 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Kemampuan grafis menjadi aspek lain yang diunggulkan. ExpertBook Ultra menggunakan GPU terintegrasi Intel Arc B390 dengan 12 Xe Cores.
Berdasarkan pengujian yang diklaim ASUS, performanya sekitar 35 persen lebih tinggi dibandingkan GPU diskrit NVIDIA RTX 4050 dengan TGP 30 watt dalam pengujian 3DMark Time Spy.
Commercial Director ASUS Indonesia, Eric Khoven, mengatakan ExpertBook Ultra dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi bisnis, termasuk pemanfaatan AI dalam aktivitas kerja sehari-hari.
“Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit atau NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS),” ujar Eric dalam pres rilisnya Jumat (4/9/2026).
Menurut dia, sejumlah laptop flagship kompetitor yang beredar di Indonesia masih menggunakan Intel Core Ultra 7 Series 2 dengan kemampuan pemrosesan AI melalui NPU hingga 48 TOPS.
Kemampuan tersebut, lanjut Eric, memungkinkan ExpertBook Ultra digunakan untuk berbagai aktivitas secara bersamaan, seperti mengikuti rapat melalui Microsoft Teams, mengolah data dalam jumlah besar menggunakan Excel, serta membuka dokumen presentasi dalam jumlah banyak.
Pemrosesan AI juga didukung fitur ASUS AI ExpertMeet yang memungkinkan transkripsi, penerjemahan bahasa, serta optimalisasi kamera web dilakukan melalui NPU.
“Jika dihadapkan pada skenario multitasking korporat, seperti rapat maraton via Teams sembari mengolah ribuan baris data di Excel dan melakukan supervisi ratusan halaman laporan PowerPoint, ASUS ExpertBook Ultra dapat menjalankannya tanpa masalah,” katanya.
ASUS juga membekali perangkat tersebut dengan Zenni Claw yang dapat menjalankan agentic AI secara lokal maupun melalui cloud. Sistem ini dapat dihubungkan dengan sejumlah layanan AI, termasuk Anthropic, OpenAI, dan Google Gemini.
Dengan RAM LPDDR5x hingga 64 GB, perangkat tersebut juga diklaim mampu menjalankan sejumlah large language model (LLM) secara lokal tanpa koneksi internet, termasuk Gemma dengan 4 miliar parameter dan Qwen 3 dengan 18 miliar parameter.
Keunggulan lain yang ditonjolkan ASUS terdapat pada aspek mobilitas. ExpertBook Ultra memiliki bobot sekitar 1,1 kilogram sehingga ditujukan untuk pengguna yang memiliki aktivitas kerja tinggi dan sering berpindah tempat.
Layar Tandem OLED dengan kecerahan hingga 1.400 nits juga ditujukan untuk mendukung penggunaan di luar ruangan, seperti ketika pengguna harus melakukan presentasi di area terbuka, kafe, maupun bandara.
Menurut Eric, teknologi Tandem OLED tidak hanya memberikan tingkat kecerahan tinggi, tetapi juga dirancang untuk meningkatkan daya tahan panel terhadap risiko burn-in yang umum menjadi perhatian pada layar OLED konvensional.
“Bayangkan kalau Anda seorang eksekutif yang harus melakukan presentasi mendadak di area luar ruangan kafe atau bandara dengan paparan cahaya matahari langsung. ASUS ExpertBook Ultra mendominasi skenario ini berkat terobosan layar Tandem OLED berukuran 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1.400 nits,” jelasnya.
Selain spesifikasi performa, ASUS ExpertBook Ultra dirancang dengan memperhatikan aspek ketahanan fisik. Sasis perangkat memenuhi standar militer US MIL-STD 810H.
ASUS juga mengklaim perangkat tersebut mampu menahan tekanan hingga 100 kilogram. Kemampuan itu dinilai penting untuk mendukung mobilitas pengguna ketika laptop dibawa di dalam tas bersama dokumen maupun perangkat lainnya.
“Bukan untuk show-off, akan tetapi daya tahan terhadap tekanan hingga 100 kilogram atau lebih akan sangat berguna saat laptop ditempatkan di dalam tas dan terhimpit dokumen-dokumen lain saat dalam perjalanan bisnis,” katanya.
Dari sisi keamanan, ExpertBook Ultra dilengkapi sistem ASUS ExpertGuardian yang disebut telah memperoleh sertifikasi NIST Level-4.
Sistem tersebut memberikan perlindungan data berlapis pada tingkat perangkat keras. ASUS menyebut mekanisme ini dirancang untuk menjaga data perusahaan tetap terlindungi, termasuk ketika media penyimpanan dilepas dari perangkat dan dipasang pada komputer lain.
“Secara fisik, laptop memang bisa dicuri. Tetapi data-data yang tersimpan di dalam ASUS ExpertBook Ultra tidak akan dapat diambil oleh pihak yang tidak berwenang, meskipun SSD yang terpasang di dalamnya diambil dan dipasang ke laptop lain,” ucapnya.
Dengan kombinasi performa AI, layar Tandem OLED, daya tahan baterai, desain ringan, ketahanan fisik, serta fitur keamanan, ASUS menempatkan ExpertBook Ultra sebagai perangkat laptop bisnis premium yang ditujukan untuk kebutuhan profesional dan korporasi di era pemanfaatan AI secara lokal maupun berbasis cloud. (adv)
Jumat, 04/09/2026
ASUS, ExpertBook Ultra disebut unggul dalam sejumlah aspek, mulai dari kecerahan layar, ukuran dan teknologi touchpad, kapasitas baterai, kemampuan grafis terintegrasi, hingga pemrosesan kecerdasan buatan (AI) secara lokal. (Tim ASUS)
TERPOPULER