Sabtu, 19/09/2026

Di Sambutan Samarinda, 170 Hektare Sawah Krisis Air, 60 Persen Padi Terancam Gagal Panen

Sabtu, 19/09/2026

Aliran Air Sepanjang 312 Meter di buat Oleh tim BWS Kalimantan IV Samarinda guna menyalurkan air dari Bekas Tambang ke Anak Sungai yang langsung ke sawah warga (Adnan)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Di Sambutan Samarinda, 170 Hektare Sawah Krisis Air, 60 Persen Padi Terancam Gagal Panen

Sabtu, 19/09/2026

logo

Aliran Air Sepanjang 312 Meter di buat Oleh tim BWS Kalimantan IV Samarinda guna menyalurkan air dari Bekas Tambang ke Anak Sungai yang langsung ke sawah warga (Adnan)

Penulis: Adnan Abdul

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Kemarau panjang mulai mengeringkan lahan pertanian di Kota Samarinda. Di kawasan Pelita 6 Kecamatan Sambutan, tanah sawah mengeras dan pasokan air semakin sulit diperoleh, sementara tanaman padi yang seharusnya tumbuh justru terancam gagal dipanen. 

Sedikitnya 170 hektare sawah milik lima kelompok tani terdampak kondisi tersebut. Sekitar 60 persen tanaman padi disebut terancam gagal panen, bahkan sekitar 20 hektare di antaranya sudah mengalami gagal total. Ketua Kelompok Tani Argo Wisata Abdul Masturi mengatakan, kekeringan membuat kondisi tanaman padi semakin memprihatinkan. 

“Ini 170 hektare dari lima kelompok tani. Padi-padi kami hampir sudah gagal. Gagalnya kira-kira 60 persen,” ujar Abdul saat ditemui dilokasi pada Sabtu (19/9/2026) Ia menggambarkan kondisi tanah di sejumlah lahan yang sudah kehilangan kelembapan akibat lama tidak mendapatkan pasokan air. 

“Kering sekali ini, seperti semen, batu,” katanya. Krisis air juga membuat target petani untuk meningkatkan frekuensi tanam menjadi tiga kali dalam setahun sulit diwujudkan. Pasalnya, ketersediaan air menjadi salah satu persoalan utama dalam mempertahankan produktivitas sawah. 

“Ini sudah dua kali setahun, 170-an hektare ini. Kami dikejar untuk tanam tiga kali setahun, tapi namanya pendukung airnya seperti ini kan nggak bisa,” ungkap Abdul. Pemerintah kemudian mencari sumber air alternatif untuk menyelamatkan lahan pertanian yang masih dapat dipertahankan. Salah satu sumber yang dipertimbangkan berasal dari danau eks tambang yang berada tidak jauh dari kawasan persawahan. 

Danau tersebut memiliki luas hampir 10 hektare dengan kedalaman sekitar 50 meter. Untuk mendukung pengaliran air, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda membangun saluran sepanjang sekitar 312 meter. PPK OP SDA 2 BWS Kalimantan IV Samarinda Anwar mengatakan, pembangunan saluran dilakukan sebagai bagian dari penanganan kekeringan. 

“Tujuannya itu mengatasi kekeringan. Mudah-mudahan para petani juga terbantu dengan saluran air sepanjang 312 meter,” kata Anwar. Saluran tersebut dibuat sebagai saluran tersier dengan lebar sekitar dua meter dan kedalaman satu meter. Pengerjaan dilakukan selama tiga hari menggunakan alat berat, termasuk excavator PC 50. 

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso menjelaskan, kekeringan di kawasan Pelita juga berpotensi berdampak terhadap ketersediaan pangan dan harga komoditas apabila produksi petani menurun. BPBD mencatat luas sawah terdampak di kawasan tersebut sekitar 175 hektare. 

Namun, air dari danau eks tambang tidak dapat langsung dialirkan ke persawahan karena harus memperhitungkan kondisi cuaca. “Di sisi atasnya antara perbatasan alur sungai yang dibuat dengan eks void ini kan tidak bisa dibuka langsung karena risiko kalau hujan deras air itu membanjiri sawah,” jelas Suwarso. 

Sebagai solusi, BPBD menyiapkan mesin pompa dengan ukuran saluran sekitar enam inci. Pompa tersebut akan digunakan untuk mengatur pengaliran air menuju persawahan secara lebih terkontrol. 

“Saat ini sudah tersedia di BPBD dan nanti tinggal kita komunikasi BBM-nya dengan Dinas Ketapang supaya membantu petani selama kepentingannya untuk mengairi sawah yang mau ditanam ini,” pungkasnya. 

Editor: Aspian Nur

Di Sambutan Samarinda, 170 Hektare Sawah Krisis Air, 60 Persen Padi Terancam Gagal Panen

Sabtu, 19/09/2026

Aliran Air Sepanjang 312 Meter di buat Oleh tim BWS Kalimantan IV Samarinda guna menyalurkan air dari Bekas Tambang ke Anak Sungai yang langsung ke sawah warga (Adnan)

Share

Berita Terkait