Jumat, 18/09/2026
Jumat, 18/09/2026
Foto bersama ketika yudisium di Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. (fOTO: Ayu/KoranKaltim.com)
Jumat, 18/09/2026

Foto bersama ketika yudisium di Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. (fOTO: Ayu/KoranKaltim.com)
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Sebanyak 125 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) asal Kabupaten Paser menyelesaikan pendidikan melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Para tenaga pendidik ini mengikuti yudisium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda, Jumat (18/9/2026).
Ketua DPRD Kabupaten Paser Hendra Wahyudi mengatakan, kelulusan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga pendidik PAUD.
Program RPL khusus guru TK dan PAUD ini telah dijalankan Pemkab Paser sejak 26 Oktober 2024. Langkah yang diinisiasi DPRD Paser itu diarahkan untuk meningkatkan kualitas sekaligus kesejahteraan para pendidik.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada UWGM Samarinda yang selama ini sudah bekerja sama dengan Pemkab Paser,” kata Hendra.
Setelah menyelesaikan pendidikan, para peserta diharapkan dapat melanjutkan ke proses sertifikasi keguruan, yang nantinya membuka peluang bagi para guru untuk memperoleh tunjangan sehingga kesejahteraan mereka ikut meningkat.
“Sehingga dengan sertifikasi itu, tentunya mereka berhak menjadi guru dan harapannya mereka bisa mendapatkan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) atau tunjangan dari APBN,” lanjutnya.
Kendati demikian, tahapan kelulusan ini masih berlanjut. Setelah 125 peserta menyelesaikan yudisium, dua gelombang berikutnya siap menyusul dengan masing-masing diikuti 111 dan 60 peserta.
Peningkatan kualifikasi guru juga diharapkan memberi dampak terhadap pembangunan daerah, terutama dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta kualitas SDM di Kabupaten Paser.
Inisiatif ini memanfaatkan alokasi belanja wajib (mandatory spending) pendidikan sebesar 20 persen. Pemkab Paser, kata dia, berupaya mengarahkan sebagian anggaran pendidikan yang selama ini banyak digunakan untuk kebutuhan fisik agar turut menyentuh pengembangan SDM.
“Kita coba berspekulasi bagaimana ini kita coba geser di sumber daya manusianya,” tandasnya.
Editor: Erwin
Jumat, 18/09/2026
Foto bersama ketika yudisium di Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. (fOTO: Ayu/KoranKaltim.com)
TERPOPULER