Jumat, 10/07/2026

DPRD Kaltim Soroti Pemadaman Listrik Bergilir, Minta PLN Jelaskan Penyebabnya

Jumat, 10/07/2026

Suasana pemadaman listrik yang terjadi di Kota Samarinda (Dok. Koran Kaltim)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

DPRD Kaltim Soroti Pemadaman Listrik Bergilir, Minta PLN Jelaskan Penyebabnya

Jumat, 10/07/2026

logo

Suasana pemadaman listrik yang terjadi di Kota Samarinda (Dok. Koran Kaltim)

Penulis: Rahmat Surya 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menyatakan agar PLN memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab pemadaman listrik bergilir sehingga dikeluhkan masyarakat. 
Menurutnya, dari berbagai informasi yang diterima pemadaman diduga dipicu oleh sejumlah persoalan, mulai dari kerusakan pembangkit hingga keterbatasan pasokan batu bara untuk kebutuhan energi.

“Kalau kita mendengar informasi, ada pembangkit listrik yang rusak. Walaupun di sisi lain, batu bara juga mungkin produksinya dibatasi sehingga tidak semuanya bisa masuk,” ujarnya pada Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut harus segera ditangani karena kebutuhan listrik masyarakat tidak boleh terganggu dalam waktu yang lama. 

Hasanuddin menegaskan, pada prinsipnya pihaknya menginginkan tidak ada lagi pemadaman yang membebani warga maupun pelaku usaha.
“Jangan ada lah mati lampu lagi, tetapi kalau kondisinya memang harus mati, tentu kita perlu tanyakan ke PLN,” ucapnya.
Dirinya menilai, pihak PLN perlu menjelaskan secara rinci kondisi riil pembangkit yang mengalami gangguan, termasuk langkah perbaikan saat ini serta kepastian waktu normalisasi pasokan listrik di wilayah Kaltim.

Selain persoalan teknis, Hasanuddin juga menyoroti adanya dampak pembatasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) terhadap produksi batu bara. Menurut dia, pembatasan produksi berpotensi memengaruhi ketersediaan bahan bakar pembangkit.

“Kita melihat kalau RKAB dikurangi, produksi juga terbatas. Padahal kalau produksi meningkat, pendapatan daerah juga bisa bertambah,” katanya.

Ia menambahkan, pembatasan aktivitas pertambangan juga dapat membawa dampak sosial, termasuk risiko pemutusan hubungan kerja (PHK), bagi tenaga kerja di sektor tersebut.

Editor: Erwin 

DPRD Kaltim Soroti Pemadaman Listrik Bergilir, Minta PLN Jelaskan Penyebabnya

Jumat, 10/07/2026

Suasana pemadaman listrik yang terjadi di Kota Samarinda (Dok. Koran Kaltim)

Share

Berita Terkait