Jumat, 10/07/2026

Lindungi Lukisan Prasejarah, Tim Verifikasi Nasional Usulkan Pembatasan Akses Gua Mengkuris

Jumat, 10/07/2026

Kunjungan ke Gua Mengkuris yang menyimpan lukisan cadas dan cap telapak tangan manusia purba. (Dok.Tim verifikator Kementerian ESDM)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Lindungi Lukisan Prasejarah, Tim Verifikasi Nasional Usulkan Pembatasan Akses Gua Mengkuris

Jumat, 10/07/2026

logo

Kunjungan ke Gua Mengkuris yang menyimpan lukisan cadas dan cap telapak tangan manusia purba. (Dok.Tim verifikator Kementerian ESDM)

Penulis: Zulhamri

KORANKALTIM.COM, SANGATTA – Proses verifikasi Geopark Sangkulirang–Mangkalihat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) oleh tim verifikator nasional dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memasuki tahapan krusial. 
Tim meninjau langsung Gua Mengkuris (Telapak Tangan) dan Gua Haji di Desa Batu Lepoq, Kecamatan Karangan, sebagai bagian dari penilaian menuju status Geopark Nasional.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap berbagai aspek pengelolaan kawasan, meliputi potensi geologi, pelestarian budaya, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. 
Sebelumnya, rangkaian visitasi di empat kecamatan telah dituntaskan bersama tim pendamping Geopark Sangkulirang–Mangkalihat.

Ketua Tim Verifikasi Geopark Nasional, Mega Fatimah Rosana, bersama rombongan meninjau dua situs gua yang berada dalam satu kawasan karst, yakni Gua Mengkuris dan Gua Haji. Meski berdekatan, keduanya memiliki karakteristik geologi dan nilai warisan yang berbeda.

Dengan mengenakan perlengkapan keselamatan, tim menyusuri jalur batuan karst yang dikelilingi hutan alami. Kondisi kawasan yang masih asri menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian terhadap upaya pelestarian lingkungan.
Setibanya di Gua Mengkuris, tim disambut panorama batuan karst dengan formasi stalaktit dan stalagmit yang terbentuk secara alami selama ribuan tahun. Namun, daya tarik utama gua ini adalah keberadaan lukisan telapak tangan dan gambar-gambar prasejarah yang masih menghiasi dinding gua sebagai jejak kehidupan manusia purba.

Menggunakan alat penerangan, tim mengamati secara langsung kondisi lukisan prasejarah untuk memastikan kelestariannya. Cahaya lampu memperlihatkan detail jejak sejarah yang selama ini tersembunyi di dalam ruang alami gua.
Diakui, Gua Mengkuris memiliki nilai geologi, ekologi, dan budaya yang sangat tinggi. Menurutnya, keberadaan lukisan telapak tangan prasejarah merupakan warisan dunia yang harus dijaga melalui upaya konservasi secara berkelanjutan.
“Lukisan telapak tangan ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting. Warisan seperti ini harus kita jaga agar tidak mengalami kerusakan,” harapnya, Jumat (10/6/2026)

Lanjutnya, upaya pelestarian perlu dilakukan melalui pembatasan akses kunjungan, khususnya pada area yang menyimpan lukisan prasejarah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kerusakan akibat sentuhan langsung maupun aktivitas wisata yang tidak terkendali.

“Kami mengusulkan agar kawasan yang memiliki lukisan prasejarah hanya dapat dikunjungi oleh peneliti atau pihak tertentu dengan pengawasan yang ketat,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Lindungi Lukisan Prasejarah, Tim Verifikasi Nasional Usulkan Pembatasan Akses Gua Mengkuris

Jumat, 10/07/2026

Kunjungan ke Gua Mengkuris yang menyimpan lukisan cadas dan cap telapak tangan manusia purba. (Dok.Tim verifikator Kementerian ESDM)

Share

Berita Terkait