Jumat, 10/07/2026

Baby Sitter di Samarinda Gasak Emas-Berlian Rp300 Juta Milik Majikan

Jumat, 10/07/2026

Kapolsek Samarinda Kota AKP Amirudin (tengah) di dampingin Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota Ipda Junet (kiri) dan Kasi Humas Polresta Samarinda Ipda Arie Sooeharyadi (Kanan) saat memegang barang bukti pecurian (Adnan Abdul/KoranKaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Baby Sitter di Samarinda Gasak Emas-Berlian Rp300 Juta Milik Majikan

Jumat, 10/07/2026

logo

Kapolsek Samarinda Kota AKP Amirudin (tengah) di dampingin Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota Ipda Junet (kiri) dan Kasi Humas Polresta Samarinda Ipda Arie Sooeharyadi (Kanan) saat memegang barang bukti pecurian (Adnan Abdul/KoranKaltim.com)

Penulis: Adnan Abdul

KORANKALTIM.COM. SAMARINDA – Seorang wanita berinisial AFAP alias Y ditangkap jajaran Polsek Samarinda Kota setelah diduga mencuri perhiasan emas dan berlian Rp300 juta milik majikannya.

Kapolsek Samarinda Kota AKP Amirudin mengatakan, kasus ini terungkap setelah korban berinisial AP melaporkan kehilangan sejumlah perhiasan pada 8 Juli 2026. 

Korban yang tinggal di Jalan Sultan Sulaiman, Kecamatan Sambutan, menyadari barang berharganya raib saat memeriksa tas dan laci yang digunakan sebagai tempat penyimpanan perhiasan.

“Korban mengetahui emas dan liontin berliannya hilang ketika memeriksa tas dan laci yang biasa digunakan untuk menyimpan perhiasan. Setelah menerima laporan itu, kami langsung melakukan penyelidikan,” kata Amirudin kepada awak media pada Jum’at (10/7/2026).

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa aksi pencurian ternyata tidak terjadi dalam satu waktu, melainkan berlangsung secara bertahap sejak April hingga Juni 2026. 

Kondisi itu membuat penyidik mencurigai pelakunya merupakan orang yang memiliki akses keluar masuk rumah korban.
“Kami mendapat keterangan bahwa kehilangan terjadi berulang dari April sampai Juni. Dari situ muncul dugaan bahwa pelaku adalah orang dalam. Berdasarkan hasil penyelidikan, kami mengamankan baby sitter korban yang kemudian mengakui seluruh perbuatannya,” ujarnya.

Pelaku diketahui telah bekerja sebagai pengasuh di rumah korban selama kurang lebih tiga tahun. Selama itu pula ia mengetahui lokasi penyimpanan barang-barang berharga milik majikannya.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka memanfaatkan kelengahan korban. Perhiasan diambil saat korban sedang mandi, membuat susu untuk anaknya, atau ketika sedang berada di luar kota, tepatnya di Kabupaten Kutai Barat.

“Pelaku mengetahui tempat penyimpanan perhiasan. Aksinya dilakukan saat korban lengah, bahkan ada juga saat korban sedang berada di luar daerah,” ungkap Amirudin

Adapun perhiasan yang dicuri terdiri dari tiga cincin, dua kalung, dan satu gelang emas putih yang seluruhnya dihiasi berlian. Berdasarkan pengakuan korban, total nilai perhiasan yang hilang diperkirakan mencapai Rp300 juta.
Sementara itu, dari pemeriksaan terhadap tersangka diketahui motif pencurian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pribadi serta membantu kebutuhan keluarganya di kampung halaman.

“Motifnya untuk keperluan pribadi dan memenuhi kebutuhan keluarganya di kampung halaman,” jelas Amirudin.
Saat ini AFAP alias Y telah ditahan di Polsek Samarinda Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perkara tersebut.

“Tersangka kami jerat Pasal 476 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang pencurian dengan ancaman pidana maksimal lima tahun. Kasus ini masih kami kembangkan untuk mengungkap pelaku lainnya,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Baby Sitter di Samarinda Gasak Emas-Berlian Rp300 Juta Milik Majikan

Jumat, 10/07/2026

Kapolsek Samarinda Kota AKP Amirudin (tengah) di dampingin Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota Ipda Junet (kiri) dan Kasi Humas Polresta Samarinda Ipda Arie Sooeharyadi (Kanan) saat memegang barang bukti pecurian (Adnan Abdul/KoranKaltim.com)

Share

Berita Terkait