Jumat, 10/07/2026
Jumat, 10/07/2026
Bupati PPU, Mudyat Noor bersama Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin langsung turun ke lapangan untuk memberikan bantuan kepada korban. (Foto: Dinda/Korankaltim.com)
Jumat, 10/07/2026

Bupati PPU, Mudyat Noor bersama Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin langsung turun ke lapangan untuk memberikan bantuan kepada korban. (Foto: Dinda/Korankaltim.com)
Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Musibah kebakaran hebat yang menghanguskan satu rumah kayu di Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kamis (9/7/2026) siang kemarin pukul 11.30 WITA masih menyisakan duka mendalam.
Peristiwa tersebut merenggut nyawa dua anak yang menjadi korban jiwa dan membuat keluarga kehilangan tempat tinggal.
Merespons kejadian itu, Bupati PPU Mudyat Noor langsung mengunjungi kediaman keluarga almarhum untuk memastikan seluruh proses penyaluran bantuan langsung ke korban.
Mudyat mengatakan pemerintah daerah telah bergerak cepat memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak melalui bantuan dari organisasi perangkat daerah terkait. "Untuk beberapa hal yang dasar sudah kami bantu dari dinas-dinas terkait," ujar Mudyat, Jumat (10/7/2026).
Selain bantuan logistik, Pemkab PPU juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pembangunan kembali rumah korban yang habis terbakar.
Proses pembangunan direncanakan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan dukungan berbagai pihak, termasuk donasi yang saat ini dibuka oleh pemerintah kecamatan.
"Kedepan mungkin dalam rangka sedikit perlahan untuk beliau membangun rumahnya secara bertahap. Kami berharap juga teman-teman dari kecamatan saat ini lagi membuka donasi untuk ikut membantu. Paling tidak bisa meringankan beban korban yang ada," katanya.
Disamping pemenuhan kebutuhan fisik, pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis keluarga korban, terutama sang ibu yang kehilangan anak dalam peristiwa tersebut.
Sejak hari pertama kejadian jajaran Pemkab PPU bersama Wakil Bupati, Waris dan tim medis rumah sakit telah berada di lokasi untuk memastikan penanganan kesehatan keluarga korban, baik secara fisik maupun mental.
"Teman-teman dari rumah sakit kemarin langsung tanggap. Kita tahu ibu korban kalau sudah posisi sadar pasti psikologisnya masih kurang baik. Makanya kami minta untuk dikawal terus secara psikologis," sebut Mudyat.
Belajar dari musibah tersebut, Mudyat juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah musim pancaroba yang ditandai cuaca panas ekstrem dalam beberapa waktu terakhir.
"Sekarang ini di tengah musim pancaroba, apalagi panasnya luar biasa beberapa waktu terakhir. Peringatan ini sebenarnya sudah lama dikeluarkan oleh pemerintah, baik dari pusat maupun di daerah," ujarnya.
Masyarakat diajak untuk lebih peka terhadap berbagai potensi penyebab kebakaran dan melakukan langkah antisipasi sejak dini.
"Kami harus bersiap atau waspada sejak dini terhadap potensi-potensi bencana, khususnya kebakaran di musim sekarang ini, agar kita semua bisa selalu waspada," tutup Mudyat.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 10/07/2026
Bupati PPU, Mudyat Noor bersama Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin langsung turun ke lapangan untuk memberikan bantuan kepada korban. (Foto: Dinda/Korankaltim.com)
TERPOPULER