Jumat, 10/07/2026
Jumat, 10/07/2026
Kondisi rumah pascabencana kebakaran yang terjadi pada Kamis (9/7/2026). (Foto: Dinda/Korankaltim.com)
Jumat, 10/07/2026

Kondisi rumah pascabencana kebakaran yang terjadi pada Kamis (9/7/2026). (Foto: Dinda/Korankaltim.com)
Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Penajam Paser Utara (PPU) masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan satu rumah kayu da menewaskan dua anak di Kelurahan Sungai Parit RT 5 Kecamatan Penajam Kamis 9/7/2026) kemarin.
Kasat Reskrim Polres PPU AKP Handry Dwi Azhari mengatakan, penyelidikan dilakukan dengan mengedepankan prosedur ilmiah untuk memastikan sumber api. Tim identifikasi telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, namun olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh belum dapat dilaksanakan karena kondisi di lapangan masih belum memungkinkan.
"Olah TKP tidak bisa langsung dilakukan secara maksimal karena kondisi di lokasi masih panas. Selain itu, kami juga berhati-hati dalam proses penyelidikan mendalam ini mengingat di lokasi tersebut terdapat bahan-bahan yang mudah terbakar seperti tabung gas dan BBM," kata Handry Jumat (10/7/2026).
Untuk mengungkap penyebab kebakaran secara pasti, Polres PPU berkoordinasi dengan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Surabaya, Jawa Timur. Kehadiran tim laboratorium forensik diharapkan dapat memberikan kepastian teknis terkait asal mula kebakaran.
"Kami masih menunggu koordinasi dengan Labfor Surabaya untuk bisa hadir di sini, guna memastikan secara teknis apa yang menjadi penyebab utama kebakaran," kata Handry lagi.
Selain pemeriksaan di lokasi, penyidik juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk keluarga korban dan warga sekitar.
Pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi psikologis para saksi yang masih mengalami trauma akibat musibah tersebut.
"Kami memastikan dulu situasi dan kondisi psikologis saksi-saksi ini sudah stabil. Jangan sampai pada saat kondisinya belum tenang, kita mintai keterangan, sehingga informasi yang diberikan menjadi tidak sesuai. Kami berikan waktu agar mereka lebih stabil terlebih dahulu," jelasnya.
Berdasarkan data awal kepolisian, korban meninggal dunia dalam peristiwa anak-anak berjenis kelamin laki-laki. Keduanya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah api menghanguskan rumah kayu yang terbakar dengan cepat akibat banyaknya material yang mudah terbakar di sekitar bangunan.
Terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai dugaan adanya aktivitas bermain api sebelum kebakaran terjadi, polisi menegaskan belum dapat menyimpulkan penyebab insiden tersebut. Seluruh dugaan masih didalami melalui pemeriksaan laboratorium forensik serta pencocokan dengan keterangan saksi.
Penyidik memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh agar penyebab kebakaran dapat dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan ilmiah dan alat bukti yang sah.
Editor : Aspian Nur
Jumat, 10/07/2026
Kondisi rumah pascabencana kebakaran yang terjadi pada Kamis (9/7/2026). (Foto: Dinda/Korankaltim.com)
TERPOPULER