Sabtu, 20/06/2026

Anak yang Hilang Terseret Arus Sungai di Makroman Ditemukan Meninggal Dunia

Sabtu, 20/06/2026

Korban Saat Di evakuasi Oleh tim Sar Samarinda. (Foto: Adnan Abdul/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Anak yang Hilang Terseret Arus Sungai di Makroman Ditemukan Meninggal Dunia

Sabtu, 20/06/2026

logo

Korban Saat Di evakuasi Oleh tim Sar Samarinda. (Foto: Adnan Abdul/Korankaltim.com)

Penulis: Adnan Abdul

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Setelah beberapa jam dilakukan pencarian intensif, Noval, anak yang dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Makroman, Kecamatan Sambutan pada Sabtu (20/6/2026) pagi tadi akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia.

Anak berusia 13 tahun ituditemukan tidak jauh dari lokasi awal diduga tenggelam setelah terseret derasnya arus sungai saat berenang bersama teman-temannya.

Koordinator Pos SAR Samarinda Aries Setiawan mengatakan, peristiwa nahas itu bermula sekitar pukul 07.30 Wita ketika Noval bersama lima temannya mandi dan berenang di kawasan Sungai Makroman, tepatnya di Jalan Pembangunan RT 10, Kelurahan Makroman.

Saat itu kondisi sungai sedang pasang dengan arus yang cukup kuat. Dalam situasi tersebut Noval diduga kehilangan kendali dan terseret arus ke bagian sungai yang lebih dalam.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, anak itu berenang bersama beberapa temannya ketika kondisi sungai sedang pasang. Diduga dia terseret arus dan tidak sempat menyelamatkan diri," kata Aries.

Kelima teman Noval berhasil menyelamatkan diri ke tepi sungai, namun Noval tidak lagi terlihat di permukaan air. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pencarian secara spontan, namun keberadaan korban belum berhasil ditemukan.

"Temannya berhasil menepi, sedangkan Noval hilang dari pantauan. Warga sempat melakukan pencarian awal sebelum tim SAR tiba di lokasi," kata Aries lagi.

Laporan mengenai insiden itu kemudian diteruskan oleh relawan Destana Makroman kepada Pos SAR Samarinda. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim rescue segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian bersama unsur gabungan lainnya.

"Laporan kami terima sekitar pukul 08.40 Wita dari relawan setempat. Setelah itu tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian," jelasnya.

Setibanya di lokasi, petugas gabungan dari Basarnas, BPBD, Damkar, relawan, serta warga sekitar melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai. Pencarian dilakukan menggunakan perahu karet, perlengkapan SAR air, serta peralatan pendukung lainnya guna memperluas area pencarian.

"Setelah berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat, pencarian dilakukan dengan menyisir area sekitar lokasi korban terakhir terlihat menggunakan peralatan SAR air," ungkap Aries.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 10.25 Wita. Noval ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar 100 meter dari titik awal kejadian ke arah hilir sungai.

"Selanjutnya almarhum dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga," tuturnya.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan dan seluruh personel yang terlibat kembali ke satuan masing-masing setelah melaksanakan evaluasi operasi.

"Operasi SAR kami usulkan untuk ditutup karena korban telah ditemukan. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah membantu proses pencarian," pungkas Aries.

Dalam operasi tersebut, Basarnas mengerahkan sejumlah peralatan pendukung seperti rescue car, rubber boat, peralatan SAR air, perlengkapan selam, alat komunikasi, dan peralatan medis. Cuaca yang cerah selama proses pencarian turut membantu kelancaran operasi.

"Kondisi cuaca yang cukup baik sangat membantu tim di lapangan sehingga proses pencarian dapat berjalan dengan maksimal dan korban berhasil ditemukan dalam waktu relatif singkat," tutup Aries.

Editor: Aspian Nur

Anak yang Hilang Terseret Arus Sungai di Makroman Ditemukan Meninggal Dunia

Sabtu, 20/06/2026

Korban Saat Di evakuasi Oleh tim Sar Samarinda. (Foto: Adnan Abdul/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait