Bupati PPU Mudyat Noor, menjelaskan, status proyek tersebut saat ini masih berada di bawah penanganan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pihak ketiga tengah melaksanakan proses lelang perencanaan pengerjaan proyek tersebut.
"Tunggu selesai, rencana sudah dilelang, lagi dilaksanakan oleh pihak ketiga sama provinsi. Begitu selesai kami dorong ke Kementerian PU," kata Mudyat, Sabtu (20/6/2026).
Mudyat menargetkan dokumen perencanaan atau Detail Engineering Design (DED) proyek jembatan ini dapat rampung sepenuhnya pada tahun ini. Jika target tersebut terpenuhi, Pemkab PPU berharap konstruksi fisik jembatan sudah bisa mulai dibangun pada tahun depan. "Kalau DED-nya selesai kami berharap tahun depan bisa dibangun," imbuhnya.
Akselerasi proyek ini dinilai sangat mendesak, terlebih dengan adanya rencana pembukaan akses jalan tol baru dalam waktu dekat. Mudyat menegaskan, keberadaan Jembatan Sungai Riko ini nantinya akan menjadi urat nadi utama yang menghidupkan sektor ekonomi di PPU.
"Rencana bulan Juni mau dibuka itu jalan tol. Harus dikawal. Salah satu yang bisa menghidupkan PPU, perekonomiannya supaya lebih cepat berkembang, ya jembatan itu," tutup Mudyat.
Editor : Aspian Nur