Kamis, 11/06/2026

Pemuda yang Diduga Hilang Setelah Melompat dari Jembatan Mahakam Samarinda Ditemukan Meninggal Dunia di Kawasan Teluk Lerong

Kamis, 11/06/2026

Tim Sar Samarinda Bersama Satpolairud Polresta Samarinda dan relawan kota Samarinda saat melakukan Evakuasi terhadap Jenazah yang ditemukan Mengapung di Perairan Sungai Mahakam. (Foto: Adnan Abdul/korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Pemuda yang Diduga Hilang Setelah Melompat dari Jembatan Mahakam Samarinda Ditemukan Meninggal Dunia di Kawasan Teluk Lerong

Kamis, 11/06/2026

logo

Tim Sar Samarinda Bersama Satpolairud Polresta Samarinda dan relawan kota Samarinda saat melakukan Evakuasi terhadap Jenazah yang ditemukan Mengapung di Perairan Sungai Mahakam. (Foto: Adnan Abdul/korankaltim.com)

Penulis: Adnan Abdul

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Pencarian terhadap Gilang Putra Ramadhan, pemuda berusia 23 tahun yang diduga melompat dari Jembatan Mahakam I, berakhir setelah Tim SAR Gabungan menemukannya dalam kondisi meninggal dunia di perairan Sungai Mahakam, kawasan Teluk Lerong, Kota Samarinda Kamis (11/6/2026) dini hari tadi.

Koordinator Pos SAR Samarinda Aries Setiawan, mengatakan informasi penemuan jenazah diterima sekitar pukul 00.30 WITA dari relawan yang berada di sekitar lokasi. Tim kemudian bergerak untuk melakukan pengecekan dan evakuasi.

“Pos SAR Samarinda menerima informasi dari rekan relawan mengenai adanya penemuan jenazah yang mengapung di wilayah Teluk Lerong dan diduga merupakan pemuda yang sebelumnya dilaporkan hilang dari Jembatan Mahakam,” ujar Aries.

Setelah proses identifikasi, jasad tersebut dipastikan merupakan Gilang Putra Ramadhan, ditemukan sekitar 3,27 kilometer dari lokasi yang diduga menjadi titik awal dirinya melompat. “Pada pukul 01.56 Wita, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi Gilang dalam keadaan meninggal dunia,” sebut Aries lagi.

Pakaian yang dikenakan korban saat ditemukan sesuai dengan rekaman CCTV ketika Gilang meninggalkan rumah pada malam sebelum kejadian. Sebelumnya, keluarga juga menemukan surat berisi pesan singkat bertuliskan “Saya di Jembatan Mahakam” serta sandal yang diduga milik pemuda itu di sekitar jembatan.

Usai dievakuasi, jenazah dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk menjalani proses visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Aries mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian. “Terima kasih kepada seluruh Tim SAR Gabungan, relawan, dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian,” ucapnya.

Operasi pencarian yang melibatkan Basarnas, kepolisian, relawan dan unsur SAR gabungan lainnya resmi dinyatakan berakhir usai penemuan ini.

Diberitakan media ini sebelumnya,  Gilang yang tinggal di warga Jalan Slamet Riyadi Gang Rukun, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, diduga nekat melompat dari Jembatan Mahakam I pada Selasa (9/6/2026) dini hari.

Dugaan tersebut muncul setelah keluarga menemukan dua lembar surat yang ditinggalkannya di dalam kamar. Isi surat itu mengarah pada niat Gilang untuk mengakhiri hidup dengan melompat dari jembatan yang menjadi ikon Kota Tepian tersebut.

Editor: Aspian Nur

Pemuda yang Diduga Hilang Setelah Melompat dari Jembatan Mahakam Samarinda Ditemukan Meninggal Dunia di Kawasan Teluk Lerong

Kamis, 11/06/2026

Tim Sar Samarinda Bersama Satpolairud Polresta Samarinda dan relawan kota Samarinda saat melakukan Evakuasi terhadap Jenazah yang ditemukan Mengapung di Perairan Sungai Mahakam. (Foto: Adnan Abdul/korankaltim.com)

Share

Berita Terkait