Sabtu, 25/10/2025
Sabtu, 25/10/2025
Saefuddin Zuhri bersama Suwarso melakukan penyusuran sampah di Sungai Karang Mumus dengan kapal patroli sampah yang baru diresmikan keberadaannya.(Ainur/Korankaltim.com)
Sabtu, 25/10/2025

Saefuddin Zuhri bersama Suwarso melakukan penyusuran sampah di Sungai Karang Mumus dengan kapal patroli sampah yang baru diresmikan keberadaannya.(Ainur/Korankaltim.com)
Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Masyarakat Samarinda yang terbiasa membuang sampah di Sungai Karang Mumus (SKM) harus menghentikan kebiasaan buruk tersebut.
Pasalnya, Pemerintah Kota Samarinda dengan komitmen menjaga kebersihan lingkungan termasuk SKM, menghadirkan
Kapal Patroli Sampah Sungai yang nantinya akan berpatroli menyisir sungai menjaga kebersihan dan mencegah masyarakat membuang sampah.
Peresmian atas hadirnya kapal ini digelar Sabtu (25/10/2025) pagi tadi di Jalan Tongkol, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, tepatnya di samping Jembatan 1.
Kehadiran Kapal Patroli Sampah Sungai merupakan kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Dinas Perikanan serta berbagai komunitas peduli lingkungan seperti eko-engine dan Gerakan Memungut Sehelai Sampah (GMSS).
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri hadir dan meresmikan beroperasinya kapal tersebut yang disebutnya bentuk nyata sinergi lintas pihak untuk mewujudkan kota yang lebih bersih, tertata dan bermartabat.
“Ini kegiatan yang digagas teman-teman terutama DLH. Pertama memungut sampah di Sungai Karang Mumus, kedua menabur benih ikan bersama Dinas Perikanan dan ketiga melibatkan komunitas eko-engine,” sebut Saefuddin. “Semua berkolaborasi, ingin Samarinda lebih bersih, lebih cantik dan tertata dengan baik. Harapannya kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan,” harapnya.
Saefuddin mengakui persoalan terbesar di Kota Tepian masih terletak pada kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. “Kalau sampah itu kadang datang berombongan (bersamaan). Itu artinya kesadaran masyarakat masih belum sepenuhnya tumbuh. Masih banyak yang buang sampah sembarangan, termasuk ke Sungai Karang Mumus,” ungkapnya.
“Diharapkan masyarakat sadar kebersihan kota ini adalah tanggung jawab bersama. Kalau itu sejalan, insya Allah Samarinda akan lebih maju dan lebih bersih lagi,” tegasnya.
Saefuddin akan terus mengawal kegiatan kebersihan sungai sebagaimana telah dilakukan sejak satu dekade lalu. “Saya mengawal sejak tahun 2014 sampai sekarang dan sampai ilayyaumil qiyamah karena memang tidak mudah menumbuhkan kesadaran itu, tapi harus dimulai dari diri sendiri,” ucap Saefuddin.
Pelaksana Tugas Kepala DLH Samarinda Suwarso menambahkan, peluncuran kapal patroli ini bukan sekadar simbol kegiatan bersih-bersih sungai, tetapi juga menjadi bagian dari program edukasi dan penegakan hukum di masa mendatang.
“Kami disetiap wilayah punya pengawas, tapi untuk sungai ini khusus. Kapal patroli sampah akan melakukan edukasi di sepanjang aliran sungai,” ujar Suwarso.
“Nantinya bukan tidak mungkin kami juga terapkan operasi yustisi bagi warga yang masih membuang sampah ke sungai,” imbuhnya.
DLH juga terus melibatkan komunitas dan relawan untuk memperluas jangkauan aksi bersih sungai. Saat ini sudah ada dua unit kapal yang beroperasi dan tahun depan diharapkan hadir kapal dengan konveyor pengangkat sampah langsung dari permukaan sungai. Selain aksi pungut sampah, kegiatan tersebut juga diisi dengan penaburan benih ikan di Sungai Karang Mumus.
Melalui kegiatan peresmian kapal patroli ini, Pemkot Samarinda berharap kesadaran masyarakat akan kebersihan sungai semakin tumbuh. Kolaborasi lintas instansi dan komunitas diharapkan mampu menjadi langkah berkelanjutan menuju Samarinda yang bersih, hijau, dan berdaya lingkungan.
“Kalau semua pihak bergerak bersama, bukan tidak mungkin Sungai Karang Mumus menjadi ikon kebersihan dan kebanggaan kota ini,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur
Sabtu, 25/10/2025
Saefuddin Zuhri bersama Suwarso melakukan penyusuran sampah di Sungai Karang Mumus dengan kapal patroli sampah yang baru diresmikan keberadaannya.(Ainur/Korankaltim.com)
TERPOPULER