Selasa, 29/09/2026

Kapasitas Air Bersih di PPU Menyusut Hingga 30 Persen

Selasa, 29/09/2026

Air bersih di PPU mulai menyusut seiring dengan musim kemarau yang belum berakhir. (dokkorankaltim)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Kapasitas Air Bersih di PPU Menyusut Hingga 30 Persen

Selasa, 29/09/2026

logo

Air bersih di PPU mulai menyusut seiring dengan musim kemarau yang belum berakhir. (dokkorankaltim)

Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani

KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Musim kemarau mulai berdampak pada pasokan air bersih di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). 

Direktur Perumda Air Minum Danum Taka PPU Abdul Rasyid mengatakan kapasitas air di wilayah Penajam kini hanya tersisa sekitar 30 persen. Untuk mengantisipasi kekurangan air, Perumda bekerja sama dengan Satgas Bencana Alam dan BPBD PPU menyiapkan bantuan air bersih menggunakan armada tangki. "Kalau sekarang debitnya masih seperti kemarin, sekitar 30 persen saja tapi masih ada yang kami alirkan karena ada sumur dalam dan bantuan dari BWS (Balai Wilayah Sungai) yang masih bisa digunakan," kata Rasyid kepada Korankaltim.com Selasa (29/9/2026).

Kondisi paling berat terjadi di Penajam dan Sotek. Untuk Sotek, instalasi pengolahan air sudah tidak dapat beroperasi. "Ini khusus untuk Penajam saja, kalau daerah lain masih aman. Untuk Sotek sudah tutup sama sekali," paparnya.

Secara keseluruhan, kapasitas produksi air minum Perumda dalam kondisi ideal mencapai 380 liter per detik. Namun, akibat terbatasnya pasokan air baku selama kemarau, produksi yang dapat dioptimalkan saat ini sekitar 280 liter per detik.

Wilayah Babulu, Waru, Maridan hingga Sepaku masih relatif aman hingga Januari mendatang. Kondisi itu didukung hujan yang masih terjadi di bagian hulu sungai. "Kalau untuk Babulu, Waru, Maridan, Sepaku aman sampai bulan Januari. Kalau kami hitung masih relatif aman karena beberapa kali ada hujan di hulunya. Tapi kalau untuk Penajam dan Sotek, memang harus dibantu dari daerah lain," ungkapnya.

Untuk masyarakat yang mengalami kekurangan air, permintaan bantuan dapat diajukan melalui kelurahan atau desa. Selanjutnya, permintaan tersebut diteruskan kepada Satgas untuk ditindaklanjuti.

Distribusi menggunakan tangki dilakukan karena kondisi debit air yang rendah membuat penyaluran melalui jaringan pipa tidak bisa dipaksakan. Jika air didorong melalui pipa, wilayah yang berada dekat pompa berpotensi menyerap pasokan lebih dulu sehingga warga di ujung jaringan tidak mendapat air.

"Kalau didorong lewat pipa, pemukiman yang paling dekat dengan pompa langsung menyedot habis airnya, sehingga warga yang berada di ujung pasokan tidak akan kebagian. Maka dari itu, kami salurkan langsung melalui bantuan tangki,"  sebut Rasyid.

Sementara untuk kawasan pesisir, jaringan pipa utama telah selesai dipasang. Saat ini masih menunggu penyelesaian pipa distribusi berukuran 3 inci oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Pipa tersebut nantinya digunakan untuk mengalirkan air berkapasitas 30 liter per detik dari Embung Waru dan Petung. Selanjutnya, jaringan akan dihubungkan dengan sistem Lawe-Lawe setelah kondisi cuaca kembali normal. 

Editor : Aspian Nur

Kapasitas Air Bersih di PPU Menyusut Hingga 30 Persen

Selasa, 29/09/2026

Air bersih di PPU mulai menyusut seiring dengan musim kemarau yang belum berakhir. (dokkorankaltim)

Share

Berita Terkait