Selasa, 29/09/2026

Merabu Kembali Bergeliat

Selasa, 29/09/2026

Keindahan Danau Nyadeng di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, salah satu destinasi wisata alam yang kembali menerima kunjungan wisatawan. (Ist)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Merabu Kembali Bergeliat

Selasa, 29/09/2026

logo

Keindahan Danau Nyadeng di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, salah satu destinasi wisata alam yang kembali menerima kunjungan wisatawan. (Ist)

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Aktivitas pariwisata di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, kembali bergerak setelah hampir sebulan terhenti akibat kemarau panjang. Destinasi wisata Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu kini kembali menerima kunjungan wisatawan.

Sebelumnya, kawasan wisata tersebut ditutup sementara sejak 24 Agustus 2026. Penutupan dilakukan menyusul penyusutan debit Sungai Lesan yang cukup signifikan sehingga akses menuju kawasan wisata menjadi terbatas.
Sungai Lesan merupakan bagian penting dalam perjalanan menuju sejumlah destinasi di Merabu. Ketika debit air menurun, perjalanan menjadi tidak optimal sehingga aspek keselamatan wisatawan menjadi pertimbangan utama.

Kondisi tersebut juga berlangsung bersamaan dengan situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Berau. Aktivitas pariwisata di beberapa kawasan pun harus menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan faktor keselamatan.
Kini, setelah akses dinilai kembali memungkinkan, wisatawan sudah dapat merencanakan kunjungan ke Danau Nyadeng maupun Puncak Ketepu. Dibukanya kembali destinasi tersebut sekaligus menjadi peluang bagi masyarakat Merabu untuk menghidupkan aktivitas ekonomi yang sempat terdampak.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan kondisi alam menjadi salah satu faktor utama yang harus diperhatikan dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis lingkungan.
“Kalau kondisi sudah memungkinkan, tentu kita dorong wisatawan kembali berkunjung,” ujarnya.

Menurutnya, kembalinya aktivitas wisata di Merabu tidak hanya berkaitan dengan kunjungan wisatawan, tetapi juga perputaran ekonomi masyarakat lokal. Kehadiran wisatawan dapat memberikan manfaat bagi berbagai sektor pendukung, mulai dari jasa pemandu, transportasi, kuliner hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Wisatawan datang bukan hanya menikmati alam, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Meski telah kembali dibuka, wisatawan tetap diminta memperhatikan aturan dan kondisi lingkungan selama berada di kawasan destinasi. Kebersihan kawasan serta kelestarian alam menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Yudha menegaskan, peningkatan kunjungan harus berjalan seimbang dengan upaya perlindungan kawasan wisata. Menurutnya, keberlanjutan destinasi menjadi bagian penting agar potensi wisata Merabu dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semakin banyak yang datang, semakin besar pula tanggung jawab kita menjaga kawasan ini,” tuturnya.
Dengan kembali dibukanya Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu, Merabu kini memiliki ruang untuk memulihkan aktivitas pariwisata sekaligus kembali menggerakkan ekonomi masyarakat setelah sebelumnya terdampak kondisi alam.

“Yang paling penting, pariwisata tetap berjalan, tetapi alam dan masyarakat harus sama-sama mendapatkan manfaat,” pungkasnya. (ri/si/ga)

Merabu Kembali Bergeliat

Selasa, 29/09/2026

Keindahan Danau Nyadeng di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, salah satu destinasi wisata alam yang kembali menerima kunjungan wisatawan. (Ist)

Share

Berita Terkait