Senin, 28/09/2026
Senin, 28/09/2026
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas Hadiri Grand Final Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) 2026 di Trans Studio Mall Cibubur, Minggu (27/9/2026). (Foto: Prokopim Berau)
Senin, 28/09/2026

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas Hadiri Grand Final Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) 2026 di Trans Studio Mall Cibubur, Minggu (27/9/2026). (Foto: Prokopim Berau)
Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, JAKARTA - Batik Derawan-Maratau Kabupaten Berau, mendapat panggung nasional dalam ajang Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) 2026. Tidak hanya tampil sebagai busana, motif yang baru diluncurkan tersebut membawa cerita tentang kekayaan bahari dan potensi pariwisata Berau.
Grand final PPBN 2026 digelar di Trans Studio Mall lantai tiga Cibubur, Minggu (27/9/2026). Tahun ini, Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN) mengangkat tema “Batik Derawan & Maratua Kalimantan Timur”.
Perwakilan Kabupaten Berau, Bulqis Sastra, tampil membawa batik bermotif Derawan-Maratau dalam ajang tersebut. Keikutsertaan Berau sekaligus menjadi momentum memperkenalkan karya pengrajin lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Selain melalui panggung PPBN, Berau turut berpartisipasi dalam stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Beragam hasil kerajinan pengrajin Berau ditampilkan, termasuk Batik Derawan-Maratau yang menjadi salah satu daya tarik utama.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan, motif batik tersebut dirancang untuk mengabadikan keindahan alam Derawan dan Maratua dalam karya budaya.
“Setiap motif turut berbicara tentang keindahan Maratua dan Derawan,” ujarnya.
Batik tersebut didominasi warna biru laut. Motifnya memadukan unsur alam bahari dengan sentuhan batik tradisional yang diolah pengrajin lokal.
Sejumlah kekayaan alam Berau diterjemahkan dalam motif, seperti Gusung yang menggambarkan kemunculan daratan pasir putih di tengah laut ketika air surut. Ada pula motif Tornado Barracuda yang terinspirasi dari fenomena kawanan ikan barakuda membentuk pusaran di perairan Maratua.
Motif lainnya mengangkat ubur-ubur tidak menyengat serta penyu atau tukik yang menjadi bagian dari kekayaan hayati kawasan pesisir Berau.
Menurutnya, pengembangan batik dengan narasi destinasi wisata dapat membuka ruang promosi yang lebih luas bagi Berau. Batik tidak hanya menjadi produk fesyen, tetapi juga dapat menjadi cendera mata yang membawa cerita tentang destinasi wisata.
“Batik ini bisa menjadi buah tangan sekaligus kenangan tentang keindahan Berau,” katanya.
Pengangkatan Derawan dan Maratua dalam ajang tingkat nasional juga dinilai membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Berau. Promosi budaya yang berjalan beriringan dengan pariwisata diharapkan memperluas pasar produk kerajinan lokal.
Di sisi lain, Sri menekankan bahwa promosi keindahan alam harus diikuti dengan upaya menjaga lingkungan. Menurutnya, pesona bahari Berau tidak dapat dipisahkan dari keberadaan hutan dan ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat.
“Alam harus tetap terjaga tanpa merusaknya,” tegasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan RI Bambang Wibawarta, Ketua Dewan Pengawas IPBN Sapta Nirwandar, Ketua Umum IPBN Ayu Dyah Pasha, Ketua Dekranasda Berau Edy Suswanto, jajaran Pemkab Berau serta pegiat seni dan budaya.
PPBN 2026 sendiri menjadi ruang pembinaan generasi muda untuk mengenal, memahami, mengembangkan, sekaligus melestarikan batik sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah dan pemasangan selempang kepada para pemenang. Dari Kabupaten Berau, Bulqis Sastra berhasil meraih posisi 4th Winner dalam ajang tersebut.
Editor: Erwin
Senin, 28/09/2026
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas Hadiri Grand Final Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) 2026 di Trans Studio Mall Cibubur, Minggu (27/9/2026). (Foto: Prokopim Berau)
TERPOPULER