Rabu, 28/10/2020
Rabu, 28/10/2020
Museum Sumpah Pemuda, di Jalan Kramat Raya 106 Jakarta (Wikipedia)
Rabu, 28/10/2020

Museum Sumpah Pemuda, di Jalan Kramat Raya 106 Jakarta (Wikipedia)
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Salah satu peristiwa monumental, yang menjadi tonggak pergerakan kemerdekaan adalah Sumpah Pemuda.
Ikrar yang menjadi kristalisasi elemen-elemen bangsa ini, terjadi dalam Kongres Pemuda Kedua yang berlangsung 27 hingga 28 Oktober 1928, di Batavia atau sekarang bernama Jakarta.
Tapi, tidak banyak yang tahu kalau peristiwa penting itu diselenggarakan di sebuah rumah yang kala itu merupakan gedung asrama pelajar yang tergabung dalam Jong Java. Mereka kebanyakan pelajar Sekolah Pendidikan Dokter Hindia alias Stovia dan dari sekolah tinggi hukum RHS. Aktivis Jong Java menyewa bangunan 460 meter persegi ini karena kontrakan sebelumnya di Kwitang terlalu sempit untuk menampung kegiatan kepanduan, diskusi politik dan latihan kesenian Jawa. Anggota Jong Java dan mahasiswa lainnya menyebut gedung ini Langen Siswo.
Mengutip catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Bangunan di Jalan Kramat Raya 106, tempat dibacakannya Sumpah Pemuda, adalah sebuah rumah pondokan untuk pelajar dan mahasiswa yang awalnya "hak guna bangunannya dipegang oleh Sie Kong Liong.
Saat ini, bangunan yang berada di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat ini dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dan dijadikan sebagai Museum Sumpah Pemuda. Museum ini dibuka untuk umum, setiap hari Selasa sampai dengan Jumat dari pukul 08.00 hingga 16.00 setiap Sabtu dan Minggu pada pukul 08.00—16.00 WIB. Khusus setiap hari Senin dan hari besar nasional, museum ini ditutup untuk umum.[]
Penulis/editor : Rusdi
*Diolah dari berbagai sumber
Rabu, 28/10/2020
Museum Sumpah Pemuda, di Jalan Kramat Raya 106 Jakarta (Wikipedia)
TERPOPULER