Jumat, 12/06/2026

Belum Ada X-Ray, Efektivitas Satgas Pelabuhan Samarinda Dipertanyakan Usai Sabu 40,4 Kilogram Lolos

Jumat, 12/06/2026

Polda Sulsel dan Polres Parepare bersama Polsek KPN saat menunjukan Barang bukti Sabu-sabu Seberat 40 kg yang di amankan di pelabuhan Nusantara Pare Pare. (Foto: Dok.Polres Pare pare)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Belum Ada X-Ray, Efektivitas Satgas Pelabuhan Samarinda Dipertanyakan Usai Sabu 40,4 Kilogram Lolos

Jumat, 12/06/2026

logo

Polda Sulsel dan Polres Parepare bersama Polsek KPN saat menunjukan Barang bukti Sabu-sabu Seberat 40 kg yang di amankan di pelabuhan Nusantara Pare Pare. (Foto: Dok.Polres Pare pare)

Penulis: Adnan Abdul

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kembali lolosnya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar melalui Pelabuhan Samarinda di Jalan Yos Sudarso memicu sorotan terhadap sistem pengawasan di kawasan tersebut. 

Pasalnya, hingga kini fasilitas pemeriksaan modern berupa mesin X-ray belum tersedia sementara Satgas Terpadu yang dibentuk pasca kasus serupa tahun lalu juga dipertanyakan efektivitasnya.

Kasus terbaru terungkap setelah aparat di Parepare menggagalkan pengiriman 40,4 kilogram sabu-sabu dan 157 cartridge yang mengandung etomidate. Barang tersebut diketahui diberangkatkan dari Pelabuhan Samarinda menggunakan KM Prince Soya.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Samarinda Capt Suparman menegaskan, Pelindo tidak memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan maupun muatan kapal.

“Kalau kami di Pelindo kegiatannya lebih difokuskan pada kesiapan terminal penumpang dan pemeriksaan tiket penumpang yang akan naik ke kapal agar sesuai dengan manifest,” kata Suparman saat dikonfirmasi Jumat (12/6/2026).

Pengadaan mesin X-ray telah diusulkan sebagai tindak lanjut rapat koordinasi lintas instansi setelah kasus penyelundupan sebelumnya. Namun realisasinya masih menunggu persetujuan dan diperkirakan baru dapat dilakukan tahun depan.

“Mesin X-ray sudah kami ajukan, kemungkinan realisasinya tahun depan karena membutuhkan biaya, sumber daya manusia, serta kesiapan infrastruktur seperti listrik dan fasilitas pendukung lainnya,” paparnya.

Alat yang dibutuhkan di pelabuhan memiliki spesifikasi khusus karena harus mampu memeriksa barang berukuran besar, berbeda dengan mesin X-ray di bandara. Saat ditanya mengenai perkembangan Satgas Terpadu yang dibentuk beberapa bulan lalu, ia mengaku tidak mengetahui secara menyeluruh. 

“Kalau saya tidak tahu secara keseluruhan, tapi untuk Pelindo sendiri arahnya menyiapkan pengadaan mesin X-ray,” ungkapnya.

Hingga kini, pemeriksaan barang di Pelabuhan Samarinda masih dilakukan secara manual oleh instansi yang berwenang. Kondisi tersebut kembali menjadi perhatian setelah dugaan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar kembali lolos melalui jalur pelayaran tersebut.

Editor: Aspian Nur

Belum Ada X-Ray, Efektivitas Satgas Pelabuhan Samarinda Dipertanyakan Usai Sabu 40,4 Kilogram Lolos

Jumat, 12/06/2026

Polda Sulsel dan Polres Parepare bersama Polsek KPN saat menunjukan Barang bukti Sabu-sabu Seberat 40 kg yang di amankan di pelabuhan Nusantara Pare Pare. (Foto: Dok.Polres Pare pare)

Share

Berita Terkait