Jumat, 17/07/2026
Jumat, 17/07/2026
Lionel Messi, menjawab semua kritikan terhadap Argentina dengan permainan dan kerja keras di lapangan. (apphoto/jacobkupferman)
Jumat, 17/07/2026

Lionel Messi, menjawab semua kritikan terhadap Argentina dengan permainan dan kerja keras di lapangan. (apphoto/jacobkupferman)
KORANKALTIM.COM - Lionel Messi memiliki pesan bagi pihak-pihak yang meremehkan Argentina, "Tidak ada yang diberikan begitu saja kepada kami," ucapnya.
Mega bintang Argentina itu menanggapi para pengkritik yang terus mencemooh juara bertahan Piala Dunia 2022 tersebut terkait anggapan adanya keuntungan dari keputusan wasit serta sikap pilih kasih dari pihak otoritas sepak bola.
Kemampuan tim untuk membalikkan keadaan saat tertinggal di akhir pertandingan termasuk kemenangan 2-1 di semi final melawan Inggris semata-mata merupakan hasil dari mentalitas juara yang mereka miliki. Kemenangan tersebut memicu puluhan ribu orang membanjiri jalanan Buenos Aires dalam perayaan penuh sukacita, sekaligus menandai satu lagi aksi bangkit yang luar biasa.
Hal ini menunjukkan kegigihan tim yang kini hanya tinggal selangkah lagi untuk meraih gelar juara secara berturut-turut. Argentina akan menghadapi Spanyol di partai final dua hari lagi.
Sebelumnya, Argentina berhasil lolos setelah mengalahkan Tanjung Verde dan Swiss melalui babak perpanjangan waktu, serta mencatatkan kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir, membalikkan keadaan dari posisi tertinggal 0-2 saat waktu normal tersisa 11 menit. Namun pelatih tim Swiss maupun Mesir melontarkan kritik terhadap kepemimpinan wasit. Pelatih Mesir, Hossam Hassan, bahkan menyebut timnya sebagai korban dari otoritas sepak bola yang memihak Messi dan Argentina.
Komentar-komentar tersebut semakin memanaskan kritik dari para penggemar yang beranggapan bahwa bagan pertandingan FIFA menguntungkan La Albiceleste serta memicu tuduhan tak berdasar di media sosial yang mengklaim bahwa badan induk sepak bola dunia tersebut menginginkan Argentina kembali menjadi juara Piala Dunia.
"Kami telah menjadi yang terbaik selama empat tahun terakhir, suka atau tidak dan terlepas dari apa pun kata orang," ujar Messi setelah kemenangan atas Inggris.
"Sekali lagi, kami telah mengukuhkan posisi kami di antara dua tim terbaik dunia. Hal itu membuktikan semua yang telah kami capai bukanlah sebuah kebetulan dan tidak ada satu pun hal yang didapatkan secara cuma-cuma," ucapnya.
Pertandingan melawan Swiss diwarnai oleh sebuah keputusan wasit yang memicu kemarahan pihak-pihak yang meyakini Argentina kerap diuntungkan oleh keputusan ofisial pertandingan Piala Dunia.
Swiss baru saja menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol Dan Ndoye pada menit ke-67 ketika Leandro Paredes diganjar kartu kuning akibat tekel terhadap Breel Embolo.
Namun, tayangan video memperlihatkan pemain Swiss tersebut sudah terjatuh sebelum gelandang Argentina itu melakukan kontak fisik dengannya; dan karena Embolo sebelumnya sudah mengantongi kartu kuning dalam laga tersebut, ia pun diusir keluar lapangan, sehingga Swiss harus bertahan dengan 10 pemain.
"Kami dihukum akibat aturan yang menurut saya sama sekali tidak dapat diterima," kata pelatih Swiss, Murat Yakin, usai pertandingan. "Sangat menyakitkan harus tersingkir dengan cara seperti itu. Menurut saya, kami tidak pantas menerima hal ini hari ini, dan bagi saya, anak-anak asuh saya adalah pahlawan yang sesungguhnya." Sementara Asosiasi Sepak Bola Mesir menyatakan mereka "tidak bisa tinggal diam" menyikapi apa yang mereka anggap sebagai kepemimpinan wasit yang tidak adil dan bias dalam kekalahan Mesir dari Argentina.
Tim Argentina sendiri tidak menanggapi keluhan mengenai kepemimpinan wasit maupun FIFA. Dalam konferensi pers sebelumnya, pelatih Argentina, Lionel Scaloni, bahkan sempat menyarankan para jurnalis yang menanyakan hal tersebut untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi informasi dari media sosial.
"Mencapai dua final Piala Dunia secara berturut-turut adalah pencapaian yang sangat langka dan skuad ini berhasil mewujudkannya," ujar Messi.
"Seandainya kami kalah dari Inggris, pasti akan ada orang-orang yang melontarkan komentar-komentar tak masuk akal, tetapi kami tidak memberi mereka kesempatan untuk itu," sebutnya.
Pertandingan semifinal melawan Inggris menjadi babak terbaru dalam perseteruan panjang yang melampaui batas lapangan hijau, hingga menyentuh isu kendali Inggris atas Kepulauan Falkland yang disengketakan—wilayah yang disebut Argentina sebagai Malvinas dan diklaim sebagai kedaulatan mereka.
Pemerintah Inggris mendesak FIFA untuk menyelidiki tim Argentina setelah para pemainnya, yang sedang merayakan kemenangan atas Inggris, berpose dengan spanduk pemberian penggemar bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" — "Malvinas adalah milik Argentina." Enzo Fernandez mengakui selebrasi golnya, yang mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1, ditujukan kepada para pengkritik Argentina.
Gelandang Chelsea itu awalnya menempelkan kedua tangan ke telinganya—sebuah gestur yang dalam dunia sepak bola dimaknai sebagai tantangan bagi para pengkritik. Kemudian, ia membuka dan menutup jari-jarinya, seolah-olah menantang mereka untuk terus berbicara. "Banyak sekali pembicaraan; itu adalah perpaduan antara euforia dan rasa frustrasi," ujar Fernandez.
Sementara itu, dalam konferensi pers usai pertandingan semifinal Scaloni menyatakan pembicaraan soal bantuan itu akan selalu ada; hal itu tidak mengganggu saya.
"Dengan adanya VAR saat ini, sangat sulit untuk mendapatkan bantuan [dari wasit]; pelanggaran atau kejadiannya haruslah sangat jelas dan nyata. Kami tahu tidak ada bantuan semacam itu," ujar Scaloni.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 17/07/2026
Lionel Messi, menjawab semua kritikan terhadap Argentina dengan permainan dan kerja keras di lapangan. (apphoto/jacobkupferman)
TERPOPULER