Jumat, 26/06/2026
Jumat, 26/06/2026
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian pada saat memberikan materi tantangan pendidikan di hadapan tenaga pengajar di Hotel Mercure, Jumat (26/6/2026). (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Jumat, 26/06/2026

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian pada saat memberikan materi tantangan pendidikan di hadapan tenaga pengajar di Hotel Mercure, Jumat (26/6/2026). (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat dinilai menjadi tantangan baru bagi dunia pendidikan. Kondisi ini menuntut guru tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga menguasai pemanfaatan teknologi agar proses pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengatakan kesiapan tenaga pendidik menjadi salah satu kunci keberhasilan transformasi pendidikan. Menurutnya, perubahan yang terjadi di dunia kerja dan perkembangan teknologi membuat sistem pembelajaran tidak lagi bisa bertahan dengan metode konvensional.
“Guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pendidikan harus menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, mampu berkolaborasi, dan menguasai keterampilan digital,” kata Hetifah Jumat (25/6/2026).
Transformasi digital bukan sekadar menghadirkan perangkat teknologi di sekolah. Yang lebih penting adalah membangun budaya belajar yang mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana meningkatkan kualitas pembelajaran.
Masih ada terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan, mulai dari kemampuan literasi digital guru yang belum merata hingga keterbatasan fasilitas pendukung di sejumlah daerah. Apabila persoalan tersebut tidak segera diatasi, kesenjangan mutu pendidikan antardaerah dikhawatirkan semakin melebar.
Teknologi justru harus dimanfaatkan sebagai solusi untuk memperluas akses pendidikan berkualitas, termasuk melalui pembelajaran hibrida, laboratorium virtual, maupun platform digital yang dapat menjangkau peserta didik di berbagai wilayah.
Pandangan serupa disampaikan Peneliti Pusat Riset Pendidikan BRIN RI, AM Saifullah Aldeia. Ia menegaskan keberhasilan transformasi digital lebih ditentukan oleh kemampuan guru memanfaatkan teknologi secara tepat dibanding sekadar kecanggihan perangkat yang tersedia.
“Peran guru tidak akan tergantikan oleh teknologi. Guru tetap menjadi fasilitator yang membimbing siswa dalam berpikir kritis, membangun karakter, sekaligus menyaring informasi di tengah derasnya arus digital,” kata Saifullah.
Sementara pakar pembelajaran digital Prof. Eko Indrajit menilai transformasi pendidikan tidak cukup hanya mengganti media belajar dari papan tulis ke layar komputer. Menurutnya, teknologi harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, mendorong kreativitas, kolaborasi, serta kemandirian peserta didik.
Melalui penguatan kompetensi digital guru, Hetifah berharap sekolah mampu lebih siap menghadapi perubahan yang dipicu perkembangan AI dan teknologi, sehingga lulusan Indonesia memiliki daya saing di tengah dinamika dunia yang terus berkembang.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 26/06/2026
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian pada saat memberikan materi tantangan pendidikan di hadapan tenaga pengajar di Hotel Mercure, Jumat (26/6/2026). (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
TERPOPULER