Minggu, 24/05/2026

Hetifah Tekankan Pemilihan Rektor Unmul Harus Bebas dari Politik Praktis

Minggu, 24/05/2026

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Hetifah Tekankan Pemilihan Rektor Unmul Harus Bebas dari Politik Praktis

Minggu, 24/05/2026

logo

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menekankan pentingnya proses pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) berjalan objektif dan jauh dari kepentingan politik praktis.

Menurutnya, perguruan tinggi saat ini dituntut mampu menjawab berbagai dinamika dan tantangan baru di dunia pendidikan. Karena itu, sosok pemimpin kampus ke depan harus mampu menghadirkan terobosan serta membawa perguruan tinggi berkembang sesuai kebutuhan zaman.

“Harus ada pemahaman terhadap dinamika yang terjadi dan harapan kepada pendidikan tinggi seperti apa. Perguruan tinggi juga harus mampu melakukan terobosan agar tuntutan-tuntutan baru itu bisa terwujud,” ujarnya.

Hetifah menilai proses pemilihan rektor memiliki mekanisme tersendiri yang harus dijalankan secara sehat. Ia mengingatkan agar kontestasi di lingkungan akademik tidak menyerupai praktik politik yang berlebihan.

“Rektor ini pimpinan perguruan tinggi, jangan ikut-ikutan seperti politik praktis. Yang dipilih harus yang paling kompeten dan bisa diterima banyak pihak,” katanya.

Ia menjelaskan, senat universitas menjadi tahapan awal dalam menyaring kandidat sebelum proses berlanjut ke tingkat kementerian. Dalam tahap akhir, Menteri Pendidikan Tinggi juga memiliki kewenangan untuk ikut menentukan pilihan.

Namun demikian, Hetifah menegaskan keputusan yang diambil pemerintah tetap harus mempertimbangkan kebutuhan Unmul serta aspirasi masyarakat kampus.

“Menteri juga harus mendengarkan suara masyarakat, mahasiswa, dan dosen terhadap harapan mereka kepada pemimpin Unmul. Jangan semata-mata karena pertimbangan politis, karena ini lembaga akademik,” tegasnya.

Terkait sosok rektor yang dibutuhkan, Hetifah menyebut Unmul memerlukan figur yang mampu mengayomi, memiliki jaringan luas, dan dapat membawa kampus terus berkembang sebagai perguruan tinggi unggul.

Menurutnya, status Unmul yang terus berkembang membuat tuntutan terhadap kampus tersebut semakin besar. Karena itu, pemimpin baru diharapkan mampu memfasilitasi berbagai aspirasi serta memperkuat kemajuan institusi di masa mendatang. 

Editor: Erwin

Hetifah Tekankan Pemilihan Rektor Unmul Harus Bebas dari Politik Praktis

Minggu, 24/05/2026

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait