Minggu, 28/06/2026
Minggu, 28/06/2026
Tiga nama yang masuk bursa bakal calon Wali Kota Samarinda 2030-2035 mendatang. (Foto: Dok.DPRD Kaltim/Samarinda)
Minggu, 28/06/2026

Tiga nama yang masuk bursa bakal calon Wali Kota Samarinda 2030-2035 mendatang. (Foto: Dok.DPRD Kaltim/Samarinda)
Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Munculnya sejumlah nama kader Partai Gerindra dalam bursa bakal calon Wali Kota Samarinda untuk periode 2030-2035 dinilai sebagai bagian dari dinamika politik yang berkembang di internal partai.
Salah satu nama yang ramai diperbincangkan Agus Suwandy. Namun, ia menegaskan bahwa penentuan calon kepala daerah sepenuhnya merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.
Dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris DPD Partai Gerindra Kaltim, Agus menyebut kemunculan beberapa kader sebagai kandidat justru menunjukkan kesiapan partai menghadapi kontestasi politik di masa mendatang.
“Semakin banyak kader yang dinilai layak memimpin daerah merupakan hal yang positif bagi partai. Itu menunjukkan Gerindra memiliki sumber daya kader yang siap jika nantinya diberi amanah,” ujarnya pada Minggu (28/6/2026).
Selain Agus, nama Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah dan Anggota DPRD Kaltim, Andi Muhammad Afif Rayhan Andi Harun juga masuk dalam perbincangan publik sebagai figur potensial untuk Pilkada Samarinda 2030.
Menurut Agus, dinamika serupa sebenarnya tidak hanya terjadi di Samarinda, tetapi juga mulai terlihat di berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.
Hanya saja, perhatian publik lebih besar tertuju ke Samarinda karena merupakan ibu kota provinsi. Ditambah masa jabatan Wali Kota Andi Harun akan berakhir setelah menyelesaikan dua periode kepemimpinan.
Ia menjelaskan, menguatnya nama-nama kader Gerindra tidak terlepas dari hasil konsolidasi partai yang digelar di Balikpapan beberapa waktu lalu.
Dalam forum tersebut, seluruh jajaran didorong mulai memperkenalkan kader-kader terbaik sebagai persiapan menghadapi pemilihan kepala daerah mendatang.
Agus menilai proses menuju kontestasi politik tidak dapat dilakukan secara instan. Karena itu, setiap kader didorong mulai membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kerja nyata dan kehadiran dalam menyelesaikan berbagai persoalan di daerah.
“Kerja politik harus dilakukan sejak sekarang. Turun ke masyarakat, dengarkan kebutuhan mereka, lalu berupaya memberikan solusi. Itu yang harus menjadi fokus kader,” katanya.
Meski namanya masuk dalam bursa calon, Agus menegaskan seluruh kader memiliki peluang yang sama selama mengikuti mekanisme yang berlaku di Partai Gerindra.
Dia juga memastikan akan menghormati keputusan DPP terkait siapa yang nantinya mendapat mandat sebagai calon kepala daerah.
“Sebagai kader, kami memiliki komitmen untuk tegak lurus terhadap keputusan partai. Siapa pun yang nantinya dipercaya, wajib kita dukung dan menangkan bersama,” tutupnya.
Editor: Erwin
Minggu, 28/06/2026
Tiga nama yang masuk bursa bakal calon Wali Kota Samarinda 2030-2035 mendatang. (Foto: Dok.DPRD Kaltim/Samarinda)
TERPOPULER