Minggu, 28/06/2026

Tekan Kasus DBD, Dinkes Kaltim Terus Gencarkan Pelaksanaan Vaksinasi

Minggu, 28/06/2026

Ilustrasi vaksinasi DBD. (Foto: Istimewa)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Tekan Kasus DBD, Dinkes Kaltim Terus Gencarkan Pelaksanaan Vaksinasi

Minggu, 28/06/2026

logo

Ilustrasi vaksinasi DBD. (Foto: Istimewa)

Penulis: Rahmat Surya 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim terus memperkuat upaya pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pelaksanaan vaksinasi serta penerapan teknologi Wolbachia. 

Diketahui langkah tersebut dilakukan menyusul masih tingginya kasus DBD di Kaltim sepanjang tahun 2026.

Kepala Dinkes Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan hingga pertengahan tahun ini tercatat sebanyak 1.530 kasus DBD di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. Dari jumlah tersebut, kata dia ada dua orang dilaporkan meninggal dunia.

“Maka dari itu vaksinasi ini menjadi salah satu bentuk perlindungan tambahan bagi masyarakat untuk menekan risiko infeksi, apalagi saat ini layanan vaksin DBD sudah tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan dan rumah sakit,” ujar Jaya.

Selain vaksinasi, dia mengungkapkan, pihaknya kini juga mendorong implementasi teknologi Wolbachia sebagai bagian dari strategi pengendalian penyebaran virus dengue. 

Teknologi tersebut kata Jaya, bekerja dengan memanfaatkan bakteri Wolbachia yang dapat menghambat perkembangan virus di dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti. “Sehingga risiko penularan kepada manusia dapat ditekan,” sebutnya.

Meski berbagai inovasi turut diterapkan, Jaya menegaskan, keberhasilan pengendalian DBD juga tetap bergantung pada peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. 

“Kita terus mengingatkan agar warga rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” katanya.

Jaya juga mengingatkan, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada saat pagi dan sore hari, ketika nyamuk Aedes aegypti paling aktif menggigit. 

Ditambahkannya, upaya pencegahan perlu dilakukan secara konsisten karena angka bebas jentik (ABJ) di Kaltim saat ini baru mencapai 83,55 persen. 

Editor: Erwin

Tekan Kasus DBD, Dinkes Kaltim Terus Gencarkan Pelaksanaan Vaksinasi

Minggu, 28/06/2026

Ilustrasi vaksinasi DBD. (Foto: Istimewa)

Share

Berita Terkait