Minggu, 28/06/2026
Minggu, 28/06/2026
Kepulangan jemaah haji asal Berau tiba di Bandara Kalimarau, Berau, Sabtu (27/6/2026). (Foto: Indri/Korankaltim.com)
Minggu, 28/06/2026

Kepulangan jemaah haji asal Berau tiba di Bandara Kalimarau, Berau, Sabtu (27/6/2026). (Foto: Indri/Korankaltim.com)
Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Di tengah kepulangan 212 jemaah haji asal Kabupaten Berau, tiga calon jemaah dipastikan menunda keberangkatan pada musim haji 2026 karena belum memenuhi syarat istitaah kesehatan.
Kementerian Agama (Kemenag) Berau menegaskan penundaan tersebut bukan pembatalan dan mereka berpeluang berangkat pada musim haji berikutnya setelah dinyatakan layak secara medis.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Berau, Kabul Budiono, menjelaskan, semula terdapat 215 calon jemaah haji asal Berau yang dijadwalkan berangkat pada musim haji 2026. Namun, dua orang dinyatakan tidak layak terbang karena kondisi kesehatan, sementara seorang lainnya yang merupakan istri dari salah satu jemaah tersebut memilih menunda keberangkatan untuk mendampingi suaminya.
“Seluruh jemaah kita semestinya berjumlah 215. Akan tetapi karena faktor kesehatan, ada dua jemaah yang mengalami sakit sehingga tidak diperbolehkan berangkat. Satu orang lainnya adalah pendamping yang juga menunda keberangkatan,” kata Kabul kepada Korankaltim.com, Minggu (28/6/2026).
Ketiga calon jemaah berasal dari Tanjung Redeb. Diakuinya, dua calon jemaah haji tersebut memiliki riwayat penyakit serius, yakni gangguan jantung dan masih menjalani kemoterapi sehingga membutuhkan penanganan medis khusus.
Penilaian istitaah kesehatan menjadi syarat utama sebelum calon jemaah diberangkatkan ke Tanah Suci. Kebijakan itu diterapkan untuk memastikan seluruh jemaah mampu menjalankan rangkaian ibadah haji secara aman tanpa membahayakan kondisi kesehatannya.
Apabila pada musim haji tahun depan ketiga calon jemaah tersebut telah dinyatakan sembuh dan memenuhi syarat kesehatan, mereka akan diprioritaskan untuk berangkat menggunakan porsi yang sama. Namun, apabila tetap belum memenuhi ketentuan istitaah, hak porsi haji dapat dilimpahkan kepada ahli waris yang memenuhi syarat, seperti anak kandung, orang tua kandung, saudara kandung, atau suami maupun istri.
Sementara itu, sebanyak 212 jemaah haji asal Berau telah kembali ke daerah dengan selamat usai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Meski beberapa di antaranya masih mengalami kelelahan, flu, batuk, hingga pusing akibat perjalanan panjang, seluruh rangkaian ibadah haji dapat diselesaikan dengan baik.
“Rasanya memang seperti itu kalau pulang haji. Tapi setelah bertemu keluarga, insyaAllah langsung sembuh nanti,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan haji tahun ini berjalan lancar meski hanya didampingi tiga petugas haji. Seluruh tahapan pelayanan dan pelaksanaan ibadah berhasil dilaksanakan tanpa kendala berarti, sehingga seluruh jemaah yang berangkat dapat kembali ke Berau dengan selamat.
“InsyaAllah, jika sudah memenuhi syarat istitaah kesehatan, mereka akan diprioritaskan berangkat tahun depan,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Minggu, 28/06/2026
Kepulangan jemaah haji asal Berau tiba di Bandara Kalimarau, Berau, Sabtu (27/6/2026). (Foto: Indri/Korankaltim.com)
TERPOPULER