Kamis, 23/03/2023
Kamis, 23/03/2023
Foto: Prof Dr Susilo MPd
Kamis, 23/03/2023

Foto: Prof Dr Susilo MPd
ADA yang menarik dari sambutan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Dr Abdunnur saat prosesi wisuda gelombang pertama pada Sabtu (18/3) lalu di GOR 27 September. Rektor mengatakan, akan banyak lompatan dilakukan dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di kampus seperti beberapa jurusan yang akan dinaikkan statusnya menjadi fakultas, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang direncanakan bakal dikembangkan menjadi Universitas Negeri Nusantara (UNN).
Nah, terkait rencana pengembangan UNN ini, Wartawan Koran Kaltim, Maruly Zainuddin pada Selasa (21/3/2023) lalu mewawancarai Ketua Tim Inisiator Pendirian UNN, Prof Dr Susilo MPd di Kampus Unmul Jl Pahlawan, Samarinda. Berikut wawancara saya yang dibuat dalam format tanya jawab.
Prof, bisa dijelaskan maksud dan tujuan rencana didirikannya UNN?
UNN ini pengembangan dari FKIP. Rasionalnya begini, ada universitas negeri di setiap kota bahkan pulau, kecuali Kalimantan. Di Jawa ada Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Malang, kemudian di Sumatera ada Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Padang, dan di Sulawesi ada Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Negeri Makassar, di Papua bahkan ada Universitas Negeri Papua. Yang belum ada di Pulau Kalimantan. Universitas Negeri ini adalah yang bidang spesifiknya di pendidikan atau calon guru. Yang ada (sekarang di Kalimantan) hanya FKIP di Unmul, Universitas Lambung Mangkurat. Atas dasar itu memerlukan satu Universitas Negeri di Kalimantan. Alasan rasional yang kedua adalah kita memasuki (sedang membangun) Ibu Kota Negara (IKN), maka perlu memperlebar manfaat produksi calon guru. Itu dua alasan rasionalnya.
Mengapa dipilih nama Nusantara?
Karena mengacu IKN Nusantara, kalau di Jakarta kan DKI Jakarta, maka namanya Universitas Negeri Jakarta.
Apakah rencana ini masih wacana atau seperti apa?
Memang masih wacana. Rencana ini juga janji pak Rektor (Dr Abdunnur) waktu penyampaian visi misinya saat pemilihan Rektor beberapa waktu yang lalu, sehingga dibentuklah sebuah tim yang namanya tim pengembangan untuk wacana Universitas Negeri ini, tapi sudah ada proposalnya, sehingga ditunjuklah saya dan disepakati teman-teman untuk sebagai ketua tim.
Prosesnya sudah sejauh mana wacana ini?
Proposal sudah jadi, kita sekarang sedang mencari dukungan ke gubernur, DPRD provinsi, Senat Universitas Mulawarman. Kalau Pak Rektor sudah mendukung penuh kegiatan ini, sehingga dari sisi rektorat sudah tidak ada masalah, dari sisi Dekan dan Senat FKIP juga tidak masalah, termasuk BEM FKIP juga sudah ketemu dan diskusi, sehingga tinggal dukungan secara tertulis dari BEM FKIP, termasuk dukungan tertulis dari Senat Universitas. Kalau sudah (terkumpul) semuanya itu baru kami ke Komisi X DPR RI mewacanakan ini, baru setelah itu secara resmi menyurat ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
UNN ini apakah memang wacana baru ketika ada momen pergantian rektor dan pembangunan IKN?
Sebenarnya omong-omong wacana ini sudah lama dari teman-teman senior di FKIP termasuk para dosen di FKIP. Ketika penyampaian visi misi Pak Rektor beliau menyampaikan hal ini, setelah beliau jadi (terpilih Rektor) momen ini kita tangkap bersamaan dengan momen IKN dan Pilpres 2024. Kaltim harus berani bersuara membuat gebrakan-gebrakan, kalau tidak kita tertinggal, karena memang harus ada universitas yang munculnya dari sini (Kaltim) jangan sampai nanti ada universitas besar yang dari luar untuk IKN.
Saat ini ada banyak Universitas di Kaltim, tanggapan Anda?
Masih kurang. Kalau Kaltim sudah menjadi Ibu Kota, berapa pun universitas, itu diperlukan, karena manusianya semakin banyak kan, apalagi yang produksi guru. Ada bidang-bidang tertentu yang di FKIP belum ada karena pengembangannya agak lama, karena (masih) berupa fakultas. Kalau sudah universitas, pengembangan bidang-bidang tertentu itu tadi bisa lebih cepat.
Bidang tertentu yang belum ada di FKIP seperti apa contohnya?
Kayak pendidikan teknik, pendidikan tata boga, tata busana, atau bidang-bidang lain yang relevansinya dengan guru-guru SMK misalnya, kan belum banyak di sini dan itu harus dikembangkan. Belum lagi nanti Keolahragaan yang juga penting karena menjadi Fakultas Olahraga sendiri kan, ada kedokteran olahraga, ada rekreasi olahraga dan ada macam-macam nanti dan pengembangannya ke depan sangat memungkinkan.
Kesiapan dari sisi SDM untuk pendirian UNN ini seperti apa?
Dosen FKIP kan sudah lebih dari cukup. Seluruh SDM FKIP ini kan nanti keluar semua bergabung di UNN. Jadi SDM yang kita munculkan itu dari jurusan yang ada di FKIP dulu, yang kita rintis setelah jadi UNN tinggal jurusan baru.
Lokasi UNN ini nanti ada dimana?
Kalau tanah kan kita ada di (kampus) Jalan Banggeris. Makanya kita nanti ke pak gubernur dan DPRD itu tujuannya memohon untuk disiapkan lahan pengembangan, karena mungkin yang di Banggeris itu tidak cukup untuk universitas besar. Ya terserah saja lokasinya dimana di dekat sini atau didekat IKN, kami juga sudah komunikasi dengan Pak Rektor dan beliau mensupport penuh mendampingi kami sampai berdiri UNN.
UNN ini nanti apakah hanya fokus produksi guru saja?
Tidak. UNN ini nantikan ada pengembangan lain yang sifatnya pendidikan tapi bukan guru kan ada, misalnya pendidikan luar sekolah atau sekarang namanya Penmas yang hubungannya dengan pendidikan juga besar.
Terakhir, harapan Anda?
Semoga UNN ini terwujud. Kalau dibilang wacana, ya memang wacana. Tapi kalau disebut kabar angin, ya tidak. Karena gerakan-gerakan dan proposalnya sudah ada. (*)
Kamis, 23/03/2023
Foto: Prof Dr Susilo MPd
TERPOPULER