Kehadiran gedung poliklinik baru menjadi solusi agar kapasitas layanan dapat ditingkatkan. "Harapan Bupati Mudyat Noor, dokter-dokter spesialis yang selama ini berjumlah dua orang, seperti dokter spesialis paru atau dokter spesialis penyakit dalam, karena kekurangan ruangan sehingga harus bergantian ruangan kini bisa membuka praktik secara bersamaan. Dengan begitu, pelayanan akan jauh lebih cepat dan kunjungan pasien dipastikan meningkat," kata Lukasiwan Jumat (17/7/2026). Saat ini RSUD RAPB PPU melayani sekitar 300 hingga 400 pasien rawat jalan setiap hari.
Penambahan ruang pelayanan diharapkan mampu mengakomodasi meningkatnya jumlah kunjungan pasien. Untuk mendukung operasional gedung baru, pihak rumah sakit memastikan seluruh kebutuhan pelayanan telah dipersiapkan. Mulai dari furnitur (mebel), alat kesehatan (alkes), hingga tenaga medis telah tersedia sehingga pelayanan dapat langsung berjalan setelah gedung diresmikan. "Tambahan tenaga medis justru sudah kami penuhi lebih dulu. Jadi, begitu nanti diresmikan, yang rencananya akan diresmikan langsung oleh Bapak Bupati pelayanan bisa langsung berjalan (ready)," ucap Lukasiwan.
Pembangunan fisik gedung poliklinik baru dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Setelah proses serah terima kunci, manajemen rumah sakit akan melakukan penyempurnaan akhir, terutama pada akses masuk pasien agar mobilisasi tempat tidur (bed) menjadi lebih cepat dan nyaman. "Setelah diserahterimakan dari PUPR, kami akan rapikan kembali dan penuhi beberapa penambahan. Khususnya untuk akses masuk pasien agar jalur tempat tidur (bed) pasien bisa lebih akseleratif dan nyaman," paparnya. Sementara itu, gedung poliklinik lama dipastikan tetap difungsikan untuk mendukung operasional rumah sakit.
Menurut Lukasiwan, keberadaan dua gedung poliklinik justru menjadi bagian dari upaya memperluas kapasitas pelayanan. "Poliklinik yang lama tetap beroperasi. Kalau poliklinik lama ditutup, itu namanya bukan solusi," tutup Lukasiwan.
Editor : Aspian Nur