Jumat, 17/07/2026
Jumat, 17/07/2026
Project Team Leader EnABLE Kemitraan, Ade Siti Barokah. (Julika/Korankaltim.com).
Jumat, 17/07/2026

Project Team Leader EnABLE Kemitraan, Ade Siti Barokah. (Julika/Korankaltim.com).
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Tim Kemitraan EnABLE (Enhancing Access to Benefits While Lowering Emissions) mendorong pelaksanaan program pengurangan emisi di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Utamanya agar tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.
Program tersebut menjadi bagian dari dukungan EnABLE kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memastikan seluruh kelompok masyarakat memperoleh manfaat yang adil dari implementasi program pengurangan emisi. Project Team Leader EnABLE Kemitraan, Ade Siti Barokah, mengatakan konsep yang dikembangkan mengintegrasikan perlindungan lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan ekonomi yang tetap menjaga kelestarian hutan. Menurutnya, masyarakat Mahulu selama ini sebenarnya telah menerapkan berbagai praktik ramah lingkungan secara turun-temurun. Melalui program EnABLE, praktik tersebut diperkuat agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar tanpa meningkatkan emisi karbon. ”Hal ini sebenarnya sudah dilakukan warga lokal sejak dahulu. Namun kami mendukung upaya pengurangan emisi tersebut agar masyarakat lokal dapat memperoleh manfaat langsung,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026). Ia menjelaskan, setiap kegiatan yang didukung EnABLE harus mampu menekan emisi sekaligus mempertahankan fungsi lingkungan.
Karena itu, program juga mengakomodasi praktik dan tradisi masyarakat yang memiliki nilai ekonomi serta dilakukan secara berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, EnABLE melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan program sesuai karakteristik sosial, budaya, dan kondisi wilayah Mahakam Ulu. Sejumlah sektor ekonomi ramah lingkungan menjadi fokus pengembangan, di antaranya budidaya madu hutan, penghijauan, pengembangan kakao, kopi, serta berbagai komoditas lokal lainnya yang dinilai memiliki potensi ekonomi sekaligus mendukung upaya pelestarian hutan. ”Kita juga mendorong upaya pengurangan emisi melalui sektor perkebunan, penghijauan hingga perekonomian warga berbasis kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi tersebut, EnABLE berharap program pengurangan emisi di Mahakam Ulu dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, pembangunan rendah karbon tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat yang memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan.
Editor: Erwin
Jumat, 17/07/2026
Project Team Leader EnABLE Kemitraan, Ade Siti Barokah. (Julika/Korankaltim.com).
TERPOPULER