Jumat, 17/07/2026

Kapal Pecah dan Karam Diduga Dihantam Ombak di Manggar Balikpapan, Satu dari Empat Nelayan Ditemukan Meninggal Dunia

Jumat, 17/07/2026

Petugas tim SAR dari Basarnas Balikpapan membawa jasad Alan, Nelayan yang kapalnya tenggelam setelah disapu ombak. (Basarnas).

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Kapal Pecah dan Karam Diduga Dihantam Ombak di Manggar Balikpapan, Satu dari Empat Nelayan Ditemukan Meninggal Dunia

Jumat, 17/07/2026

logo

Petugas tim SAR dari Basarnas Balikpapan membawa jasad Alan, Nelayan yang kapalnya tenggelam setelah disapu ombak. (Basarnas).

Penulis: Muhammad Solih Januar 

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Kamis 16/7/2026) malam tadi warga yang tinggal di kawasan pesisir pantai Kota Balikpapan geger setelah ditemukannya puluhan kotak busa polistirena (styrofoam). Benda-benda tersebut terdampar di bibir Pantai Segara Sari, Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur dan menjadi petunjuk vital yang mengungkap tragedi kecelakaan kapal nelayan di perairan Balikpapan. 

Aiptu Khairul Anam selaku Bhabinkamtibmas setempat yang menerima informasi tersebut langsung bergerak menindaklanjuti laporan warga. Dengan bantuan cahaya senter, ia menyisir bibir pantai dan merekam kondisi lapangan yang kemudian diunggah ke grup WhatsApp Info Bencana Balikpapan. 

Dalam laporannya, Anam menyebut ada sekitar 50 kotak busa berisi ikan yang terdampar. "Saya melaporkan di lapangan saat ini, ditemukan sekitar 50 kotak berisi ikan yang terdampar, kemungkinan besar ini berasal dari kapal yang pecah atau mengalami kecelakaan," ujar Khairul. 

Temuan itu direspons cepat oleh tim gabungan. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan Endrow Sasmita menyampaikan, dari informasi yang dia himpiun pasca temuan itu, kapal nelayan diketahui membawa empat penumpang sebelum terbalik dan tenggelam dihantam ombak besar di perairan Muara Manggar. 

Tiga penumpang selamat, namun satu orang bernama Alan sempat dinyatakan hilang. Untuk mencari Alan, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, hingga relawan dan nelayan setempat mulai menyisir lokasi sejak Jumat (17/7/2026) pagi tadi pukul 07.00 WITA. "Operasi SAR hari ini, pencarian akan dilakukan di dua sisi," jelas Endrow. 

Tim melakukan penyisiran permukaan air seluas 1,5 NM² ke arah utara menyesuaikan dengan pergerakan angin dan arus laut. Selain itu, tim juga menyisir sepanjang garis pantai untuk mengantisipasi kemungkinan korban terdampar di pesisir. 

Kerja keras tim membuahkan hasil pada pukul 10.30 WITA. Alan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar Pantai Lamaru, berjarak sekitar 2,6 kilometer dari titik kejadian. 

"Ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Kanujoso Djatiwibowo," ujar Endrow. 

Endrow pun berpesan agar nelayan dan warga yang beraktivitas di laut agar lebih waspada. Mengingat cuaca saat ini cenderung ekstrem dengan angin kencang dan ombak tinggi, ia meminta semua pihak untuk tidak mengabaikan peringatan dini dari pihak berwenang. 

"Agar lebih berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas dan pastikan peringatan-peringatan, baik itu dari BMKG maupun otoritas terkait, agar dapat menjadi perhatian demi keselamatan kita bersama," tuturnya. 

Sebelumnya, BMKG Balikpapan juga telah memberikan peringatan ganasnya ombak di teluk Balikpapan yang dipicu penguatan pola angin monsun Australia yang menarik massa udara dari tenggara menuju barat laut. Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Balikpapan Huda Abshor Mukhsinin menyebut aliran angin tersebut diperkuat oleh adanya Siklon Tropis Buffy yang berkembang di sekitar Laut Filipina bagian timur laut. 

"Percepatan angin akibat siklon tersebut membuat gesekan antara angin dan permukaan laut menjadi lebih intens, sehingga memicu gelombang tinggi di sejumlah wilayah, termasuk Balikpapan dan Penajam Paser Utara," kata Huda. 

Meskipun saat ini tren tinggi gelombang mulai menunjukkan penurunan seiring melemahnya Siklon Tropis Buffy yang telah bergerak memasuki daratan Tiongkok, BMKG tetap meminta masyarakat untuk tidak lengah. 

"Diperkirakan tinggi gelombang dalam dua hingga tiga hari ke depan akan terus menurun hingga di bawah 1,25 meter. 

Namun, kami tetap mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan untuk waspada. Jika kecepatan angin masih di atas 30 kilometer per jam, aktivitas di laut lepas tetap berisiko tinggi," pungkas Huda. 

Editor: Aspian Nur

Kapal Pecah dan Karam Diduga Dihantam Ombak di Manggar Balikpapan, Satu dari Empat Nelayan Ditemukan Meninggal Dunia

Jumat, 17/07/2026

Petugas tim SAR dari Basarnas Balikpapan membawa jasad Alan, Nelayan yang kapalnya tenggelam setelah disapu ombak. (Basarnas).

Share

Berita Terkait