Selasa, 11/08/2026
Selasa, 11/08/2026
petugas satlantas saat melakukan olah tkp awal di lokasi kejadian (Dok.Satlantas Polresta Samarinda)
Selasa, 11/08/2026

petugas satlantas saat melakukan olah tkp awal di lokasi kejadian (Dok.Satlantas Polresta Samarinda)
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Seorang pemuda bernama Wiliam Nensen kehilangan nyawa Selasa (11/8/2026) dini hari tadi sekitar pukul 04.20 WITA. Pemuda berusia 23 tahun itu meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Batu Besaung Samarinda Utara, Kota Samarinda. Sepeda motor yang dikendarai Wiliam kehilangan keseimbangan hingga terjatuh dan terseret puluhan meter di lokasi kejadian di depan Pabrik Yakult. Saat itu, Wiliam mengendarai Honda Scoopy KT 2521-CAQ seorang diri dari arah Jalan KH Wahid Hasyim II Sempaja menuju Jalan Batu Besaung.
Dalam perjalanan tiba-tiba motor yang dikendarai Wiliam bergerak ke sisi kiri jalan tanpa diketahui penyebabnya kemudian kehilangan kendali, membuat pemuda itu terjatuh dan terseret hingga mencapai jarak sekitar 27,5 meter.
Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo mengatakan, pemuda itu mengalami sejumlah luka dan saat ditemukan kondisinya sempat tidak sadarkan diri sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. “Pengendara mengalami kecelakaan setelah sepeda motor yang dikendarainya oleng ke kiri. Kendaraan tersebut kemudian terseret sejauh 27,5 meter dari titik awal kejadian,” ujar La Ode melalui keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).
Wiliam diketahui berasal dari Desa Bila Talang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Dalam kecelakaan itu, tidak ada penumpang lain yang berada di atas sepeda motor.
Hasil pemeriksaan awal di lokasi menunjukkan kondisi jalan relatif datar dan lurus dengan permukaan semenisasi. Arus kendaraan juga terpantau sepi saat kecelakaan berlangsung. Marka jalan berupa garis putus-putus masih terlihat di sekitar lokasi.
Dari sisi kendaraan, polisi menyebut sepeda motor korban masih dalam kondisi standar. Pemeriksaan juga menunjukkan ban dan indikator pengereman tidak ditemukan masalah. Polisi mendapati Wiliam tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) C. Sementara dokumen kendaraan berupa STNKB tercatat tersedia.
La Ode menegaskan penyebab pasti kecelakaan belum dapat disimpulkan. Penyidik masih mengumpulkan bukti dan keterangan untuk memastikan faktor yang menyebabkan kendaraan kehilangan kendali. “Penyebab kecelakaan masih kami dalami. Petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap berbagai petunjuk yang ditemukan di lokasi,” sebutnya.
Satlantas Polresta Samarinda juga mengevaluasi titik kejadian dan berencana meningkatkan patroli pada waktu yang dianggap rawan kecelakaan. Koordinasi dengan Polsekta Sungai Pinang dan Dishub Samarinda turut dilakukan, termasuk untuk mempertimbangkan penambahan rambu lalu lintas di kawasan tersebut.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 11/08/2026
petugas satlantas saat melakukan olah tkp awal di lokasi kejadian (Dok.Satlantas Polresta Samarinda)
TERPOPULER