Jumat, 09/09/2022
Jumat, 09/09/2022
Ilustrasi
Jumat, 09/09/2022

Ilustrasi
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Miris apa yang dialami bocah perempuan yang baru berusia 4 tahun ini. Dia harus merasakan sakit saat buang air kecil lantaran diduga telah disetubuhi seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun pada Kamis (8/9/2022). Kejadian ini terjadi di kediaman tetangganya sendiri di kawasan Loa Janan Ilir, Samarinda.
Terungkapnya tindak persetubuhan anak di bawah umur tersebut bermula pada Kamis (8/9/2022) sekitar pukul 11.00 WITA, si korban saat itu mengatakan ke ibunya jika dirinya hendak buang air kecil.
"Jadi si korban ini bilang ke ibunya mau buang air kecil dan itu terus berulang, tetapi ibunya belum ada kecurigaan apapun. Setelah itu, korban diajak tidur siang olah ibunya dan saat bangun si anak mengeluh kalau kemaluannya itu sakit saat buang air dan mengeluarkan darah," ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalu Kasat Reskrim Kompol Andika Dharma Sena saat dikonfirmasi Jumat (9/9/2022) hari ini.
"Disitu orang tuanya berfikir mungkin karena jatuh saat bermain, tetapi ibunya tanya-tanya kekeluarganya, ternyata anaknya disetubuhi oleh tetangganya sendiri yang masih berusia 15 tahun, ibunya juga ngecek ternyata dibaju anak ini ada bercak darah," sambungnya.
Mengetahui itu, si ibu pun langsung mencari pelaku dan bertemu di depan gang sang pelaku tersebut. "Saat ditanya ibu korban, pelaku mengakui perbuatannya, dan itu dilakukan pelaku jam 9 paginya, di rumah tetangganya karena saat itu korban bermain disitu," ujarnya.
Setelah itu, ibu korban dan korban serta pelaku langsung dibawa oleh personel beat ke Mapolresta Samarinda untuk korban membuat laporan.
"Kami langsung mengantar untuk dilakukan visum, dan mengamankan barang bukti pakaian korban yang terdapat bercak darah. Kemudian, berkoordinasi dengan pihak UPTD PPA untuk pendampingan korban, Dinsos serta Bapas. Karena kan kasusnya baik pelaku maupun korban sama-sama di bawah umur," terangnya.
Dan saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti serta keterangan lainnya baik dari saksi maupun korbannya.
"Korban belum bisa kami mintai keterangan, karena masih trauma, ini baru keterangan dari pelaku. Kalau pengakuannya, ya gara-gara sering melihat film porno yang diperlihatkan oleh temannya," pungkasnya.
Penulis: Nancy
Editor: Maruly Zainuddin
Jumat, 09/09/2022
Ilustrasi
TERPOPULER