Kamis, 09/07/2026

Dua Korban Kebakaran Meninggal Dunia di Sungai Parit Penajam Anak SD dan Balita

Kamis, 09/07/2026

Pihak BPBD PPU melakukan evakuasi terhadap dua korban meninggal dunia dan kini di bawah ke rumah sakit. (Foto: Dinda/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Dua Korban Kebakaran Meninggal Dunia di Sungai Parit Penajam Anak SD dan Balita

Kamis, 09/07/2026

logo

Pihak BPBD PPU melakukan evakuasi terhadap dua korban meninggal dunia dan kini di bawah ke rumah sakit. (Foto: Dinda/Korankaltim.com)

Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani

KORANKALTIM.COM, PENAJAM - Musibah kebakaran yang terjadi di RT 06 Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), sekitar pukul 11.30 WITA siang tadi meninggalkan duka mendalam.

Pasalnya, dua orang yang dikabarkan meninggal dunia karena terjebak dalam kobaran api dan tak berhasil meloloskan diri adalah dua bocah yang masih berstatus murid Sekolah Dasar dan balita.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) PPU Fernando mengakui adanya dua korban jiwa dalam musibah tersebut yang ditemukan tak bernyawa di dalam kamar rumah berbahan kayu yang hangus terbakar.

"Dua-duanya meninggal dunia. Satu anak masih duduk dibangku SD (Sekolah Dasar), satunya lagi masih balita," ujar Fernando saat ditemui di lokasi kejadian kepada Korankaltim.com siang tadi.

Berdasarkan keterangan awal, api dengan cepat membesar dan mengepung bangunan rumah. Saat kejadian, nenek korban diduga panik melihat kobaran api yang tiba-tiba muncul sehingga langsung berlari keluar untuk menyelamatkan diri. Dalam kepanikan tersebut, kedua cucunya tertinggal di dalam rumah.

"Kalau tidak salah neneknya panik lari keluar rumah meninggalkan dua cucunya. Begitu api sudah membesar, baru dia ingat anak-anaknya, tapi sudah tidak berani lagi masuk ke lokasi," jelas Fernando.

Saat peristiwa berlangsung, orangtua dua anak yang meninggal dunia diketahui sedang berada di luar rumah. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

"Mengenai penyebab kami memang belum mengetahui secara pasti, masih diidentifikasi," jelasnya.

Petugas Damkar menerima laporan dari warga dan tiba di lokasi sekitar 15 menit kemudian. Meski waktu respons telah sesuai ketentuan, api sudah terlanjur membesar ketika petugas datang. Kondisi rumah berbahan kayu, ditambah cuaca panas dan angin kencang, diduga mempercepat penyebaran api.

"Saat petugas turun, kondisi di lapangan api memang sudah membesar. Bukan laporannya yang lama, tapi saat dilaporkan kondisi api sudah besar. Mungkin juga karena iklim yang sangat panas dan angin cukup kencang, sehingga mempercepat proses membesarnya api," kata Fernando.

Dalam upaya pemadaman, Damkar PPU mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran yang dibantu satu unit armada dari Polres PPU. Selain dua korban meninggal dunia, satu warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat kebakaran tersebut.

Editor: Aspian Nur

Dua Korban Kebakaran Meninggal Dunia di Sungai Parit Penajam Anak SD dan Balita

Kamis, 09/07/2026

Pihak BPBD PPU melakukan evakuasi terhadap dua korban meninggal dunia dan kini di bawah ke rumah sakit. (Foto: Dinda/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait