Rabu, 22/07/2026

Tradisi Tetap Berjalan Ditengah Efisiensi Anggaran, Erau 2026 di Kukar Siap Digelar 20 September 

Rabu, 22/07/2026

Rapat koordinasi persiapan pesta Adat Budaya Erau di Gedung Eks Dharma Wanita, Tenggarong. (Foto: Heri/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Tradisi Tetap Berjalan Ditengah Efisiensi Anggaran, Erau 2026 di Kukar Siap Digelar 20 September 

Rabu, 22/07/2026

logo

Rapat koordinasi persiapan pesta Adat Budaya Erau di Gedung Eks Dharma Wanita, Tenggarong. (Foto: Heri/Korankaltim.com)

Penulis: Muhammad Heriansyah

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memastikan pelaksanaan Pesta Adat Erau Tahun 2026 tetap digelar sebagai wujud komitmen menjaga warisan budaya leluhur, meski penyelenggaraannya menghadapi tantangan efisiensi anggaran pemerintah daerah.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Persiapan Pelaksanaan Erau Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Tahun 2026 yang dipimpin Sultan Kutai Kartanegara Adji Mohammad Arifin di Gedung Eks Dharma Wanita samping Kedaton Kesultanan Jalan Monumen Timur, Kelurahan Panji, Tenggarong, Rabu (22/7/2026) hari ini. 

Rapat dihadiri pulihan peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, hingga kerabat Kesultanan.

Juru Bicara Sultan Kutai Kartanegara Heriansyah yang bergelar Pangeran Notonegoro mengatakan, Erau merupakan amanah budaya yang harus terus dijaga keberlangsungannya. Karena itu seluruh rangkaian kegiatan tetap dipersiapkan secara matang dengan mengedepankan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor.

“Pesta Adat Erau tahun ini memang berada dalam situasi efisiensi anggaran pemerintah daerah tapi tidak mengurangi tekad Kesultanan untuk tetap melaksanakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama bergotong royong menyukseskan Erau 2026,” kata Pangeran Notonegoro.

Rangkaian ritual adat Erau dimulai pada 13 September mendatang melalui prosesi ziarah ke makam para raja-raja Kutai Kartanegara. Ritual tersebut berlangsung hingga 19 September sebagai bagian dari tahapan sakral sebelum memasuki puncak pesta adat.

Selanjutnya, rangkaian Pesta Adat Budaya Erau resmi dimulai pada 20 September 2026 dengan berbagai agenda budaya, seni, tradisi dan ritual Kesultanan yang menjadi daya tarik masyarakat maupun wisatawan.

Erau bukan sekadar agenda seremonial, melainkan identitas budaya masyarakat Kutai yang memiliki nilai sejarah, spiritual, sekaligus menjadi media pendidikan bagi generasi muda untuk mengenal akar budayanya.

“Yang ingin kami jaga bukan hanya kemeriahan acaranya, tetapi makna dan nilai luhur yang terkandung di dalam setiap prosesi adat. Erau adalah warisan budaya yang menjadi kebanggaan Kutai Kartanegara sekaligus bagian dari kekayaan budaya Indonesia,” ucap Heriansyah.

Dalam rapat tersebut, berbagai instansi menyatakan kesiapan memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Polres Kukar menyiapkan pengamanan terbuka dan tertutup mengingat akan hadir tamu VIP, VVIP, serta perwakilan kesultanan dari berbagai daerah di Nusantara.

Kodim 0906/Kutai Kartanegara juga menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Erau dan siap bersinergi setelah memperoleh konsep teknis penyelenggaraan secara rinci.

Dinas Pariwisata Kukar menyiapkan materi promosi melalui video untuk memperluas publikasi Erau 2026. Dukungan serupa juga datang dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, Dinas Damkarmatan, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Diskominfo, Dispora, Kelurahan Panji, hingga pihak pengelola Museum Mulawarman yang masing-masing akan menangani pengamanan, rekayasa lalu lintas, mitigasi bencana, layanan kesehatan, kebersihan, promosi, olahraga tradisional, hingga kesiapan lokasi kegiatan.

Adji Mohammad Arifin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Erau sebagai tanggung jawab bersama. Melalui sinergi antara Kesultanan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, Erau 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pesta adat yang meriah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya, mempererat persatuan sekaligus mendorong sektor pariwisata dan perekonomian daerah berbasis kearifan lokal.

“Saya meminta kepada seluruh instansi terkait agar berkontribusi dan bekerja sama sehingga pelaksanaan Erau tahun 2026 dapat berjalan sukses, aman, tertib, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Sultan ke XXI ini.

Editor: Aspian Nur

Tradisi Tetap Berjalan Ditengah Efisiensi Anggaran, Erau 2026 di Kukar Siap Digelar 20 September 

Rabu, 22/07/2026

Rapat koordinasi persiapan pesta Adat Budaya Erau di Gedung Eks Dharma Wanita, Tenggarong. (Foto: Heri/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait