Senin, 20/07/2026

Spanyol Pensiunkan Lionel Messi Tanpa Trofi

Senin, 20/07/2026

Ferran Torres, pencetak gol penentu kemenangan Spanyol di final melawan Argentina, mengangkat trofi Piala Dunia 2026 yang terakhir kali didapatkan La Furia Roja tahun 2010 silam. (Foto: apphoto/ashley landis)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Spanyol Pensiunkan Lionel Messi Tanpa Trofi

Senin, 20/07/2026

logo

Ferran Torres, pencetak gol penentu kemenangan Spanyol di final melawan Argentina, mengangkat trofi Piala Dunia 2026 yang terakhir kali didapatkan La Furia Roja tahun 2010 silam. (Foto: apphoto/ashley landis)

KORANKALTIM.COM - Begitu hebatnya performa Spanyol di Piala Dunia 2026 ini. Bahkan Lionel Messi pun tak mampu mencari jalan keluarnya. Dan saat laga usai, Spanyol melangkah pergi membawa trofi juara. Messi hanya bisa melangkah pergi dengan air mata berlinang.

Itulah pemandangan yang terlihat di Stadion MetLife East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat Senin (20/7/2026) pagi tadi.

Setelah 16 tahun, Spanyol kembali bertakhta di puncak dunia sepak bola untuk kedua kalinya lewat gol pertama Ferran Torres di Piala Dunia tahun ini yang tak diragukan lagi merupakan gol terbaik dalam hidupnya, membawa negaranya meraih kemenangan 1-0 atas juara bertahan Argentina dalam laga final. "Itu adalah gol yang dicetak oleh 47 juta orang," ujar Torres, merujuk pada jumlah penduduk Spanyol.

Mungkin bukan masyarakat Spanyol yang mencetaknya secara langsung, namun gol itu jelas dipersembahkan untuk mereka. Gol tersebut menggagalkan upaya Messi meraih gelar juara kedua secara berturut-turut dalam laga yang ia isyaratkan sebagai pertandingan Piala Dunia terakhirnya. Torres, pemain pengganti di babak kedua, menyambar bola liar yang memantul di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan kaki kiri yang bersarang tepat di bawah mistar gawang pada menit ke-106.

Di saat itulah, pertahanan rapat yang mendominasi lawan sepanjang turnamen kembali unjuk gigi untuk terakhir kalinya. Spanyol yang juga pernah meraih gelar juara pada tahun 2010 hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan selama perjalanan Piala Dunia ini, sekaligus mencetak rekor kebobolan paling sedikit bagi tim juara.

"Sejujurnya saya merasa bangga," ujar pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, yang pada usia 65 tahun kini menjadi sosok tertua yang memimpin tim meraih gelar juara Piala Dunia. "Mendampingi mereka dalam perjalanan ini adalah sebuah kehormatan," imbuhnya.

Gelar ini, ditambah dengan trofi Piala Dunia Wanita yang dimenangkan Spanyol pada tahun 2023, menjadikan negara Eropa tersebut sebagai negara pertama yang memegang gelar juara dunia pria dan wanita secara bersamaan. Sementara itu dijalanan Kota Madrid dan mungkin di banyak tempat lain di Spanyol, warga tumpah ruah ke jalanan, merayakan kemenangan hingga larut malam menjelang pagi.

Skor pertandingan memang menunjukkan laga yang ketat, namun hanya satu tim yang benar-benar memegang kendali permainan.

Spanyol melepaskan 20 tembakan pertama ke arah gawang sebelum Argentina yang berjuang keras mencari gol penyeimbang—akhirnya melakukan percobaan pertama mereka di babak kedua perpanjangan waktu. Spanyol juga mengambil sembilan dari 10 tendangan sudut pertama dalam laga tersebut; hanya rekor 12 penyelamatan dalam satu pertandingan final Piala Dunia yang dilakukan kiper Argentina, Emiliano Martinez, yang menjaga asa juara bertahan 2022 itu untuk meraih gelar juara dua kali berturut-turut.

"Dibu tampil luar biasa," kata de la Fuente, merujuk pada kiper Argentina itu dengan nama panggilannya.

Spanyol kini tak terkalahkan dalam 38 pertandingan terakhir dengan rincian 29 kemenangan dan sembilan hasil imbang—sekaligus memegang rekor tunggal untuk rentetan tak terkalahkan terpanjang yang pernah dicatatkan oleh tim pria Eropa mana pun. Sebelumnya, Italia mencatatkan rekor 37 pertandingan tak terkalahkan (28 kemenangan, sembilan hasil imbang) dari Oktober 2018 hingga September 2021, sebelum Spanyol mengakhiri rekor tersebut.

Selama lebih dari dua tahun terakhir, tak ada satu pun tim yang mampu mengalahkan Spanyol. Bahkan Messi sekalipun. Tim Argentina, yang dikenal sebagai raja kebangkitan di menit-menit akhir pertandingan sepanjang turnamen ini, kali ini tak mampu memberikan perlawanan berarti. "Kami kalah dalam pertandingan ini, dan kami menerimanya," ujar pelatih Argentina Lionel Scaloni.

“Hal itu tidak berarti kita akan melupakan semua yang telah kita capai sejauh ini; karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tim saya, para pemain, dan negara ini. Saya bisa katakan kepada mereka bahwa kami telah berjuang segenap hati,” imbuhnya.

Messi mengambil tendangan sudut saat waktu tersisa sekitar empat menit sebelum peluit akhir; bola memantul secara menguntungkan ke arah pemain pengganti Giuliano Simeone yang justru menendang bola melambung tinggi melewati mistar gawang, lalu memegangi kepalanya karena tak percaya dengan kegagalannya.

"Saat menghadapi Messi di kubu lawan, tentu saja ada rasa gugup. Pada akhirnya, nasib kami bergantung pada diri kami sendiri. Kami selalu memainkan gaya sepak bola kami, dan kami membuktikannya lagi hari ini," ujar Torres.

Sempat terjadi aksi saling dorong usai peluit akhir, namun situasi segera mereda dan Spanyol memulai perayaan mereka, sementara sebagian besar pemain Argentina duduk termenung di atas lapangan. Suasana kembali tenang, dan beberapa menit kemudian para pemain Spanyol berbaris membentuk semacam koridor penghormatan bagi skuad Argentina yang berjalan menuju panggung untuk menerima medali runner-up dari Presiden Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino.

"Rasanya seperti sedang melayang di awan," kata gelandang Spanyol, Rodri, peraih penghargaan Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen.

Argentina terpaksa menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain setelah Enzo Fernandez diusir keluar lapangan di injury time babak kedua akibat menerima kartu kuning kedua. Fernandez diganjar kartu karena pelanggaran keras yang membuat bek Spanyol, Pau Cubarsi, terpelanting di udara membuat wasit langsung mengeluarkan kartu tersebut.

Ini adalah pertandingan ke-104 sekaligus laga pamungkas dari Piala Dunia terbesar yang pernah ada, sebuah turnamen dengan 48 tim yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Mengingat jumlah pertandingannya lebih banyak dibandingkan edisi-edisi sebelumnya, tidak mengherankan jika jumlah gol yang tercipta juga lebih banyak lebih dari 300 gol, atau rata-rata hampir tiga gol per pertandingan.

Namun hal itu tidak berlaku saat Spanyol bermain. Strategi Spanyol sederhana namun sempurna: menguasai bola selama mungkin dan menutup rapat segala celah peluang bagi lawan.

Messi kini berusia 39 tahun dan hitung-hitungan matematis jelas mengisyaratkan bahwa bintang Inter Miami itu berada di penghujung karier internasionalnya. Sudah ada beberapa tanda yang mengarah ke sana seperti pernyataan Messi sendiri kalau pertandingan kualifikasi Piala Dunia di kandang melawan Venezuela tahun lalu akan menjadi laga kompetitif terakhirnya bagi Argentina di tanah airnya sendiri.

"Saya mengalami banyak hal di lapangan ini, baik yang menyenangkan maupun yang kurang menyenangkan. Saya akan membawa serta kenangan-kenangan indah itu," sebut Messi.

Pemain kelahiran Rosario itu sempat pensiun dari tim nasional setelah kalah di final Copa America melawan Chile di stadion yang sama tempat ia bermain satu dekade lalu namun kembali beberapa minggu kemudian setelah berubah pikiran. Untunglah ia kembali, karena dalam satu dekade itu, ia bertransformasi dari sekadar bintang besar menjadi ikon sejati.

Ada gelar juara Piala Dunia 2022. Ada pula dua gelar Copa America, yang pertama pada 2021 dan yang kedua pada 2024. Ia memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Argentina sebanyak 16 kali dalam kurun waktu 19 tahun; ia meraihnya pertama kali saat masih remaja dan terus memenangkannya hingga usianya menjelang akhir 30-an.

Messi adalah sosok legendaris dalam dunia sepak bola dan dikenal di seluruh penjuru dunia, namun kemarin Spanyol tampil lebih baik. "Saya berbicara dengan para pemain saya dan mereka berkata "Lihat, kami sudah memenangkan segalanya, Pelatih. Kami sudah memenangkan segalanya" dan itu sangat indah," ujar de la Fuente. 

Pertunjukan itu tidak hanya terbatas pada sepak bola semata. Madonna, Justin Bieber, BTS dan Shakira turut ambil bagian dalam pertunjukan jeda babak yang juga menampilkan Burna Boy, Jason Sudeikis yang tampil dengan karakter "Ted Lasso", bahkan beberapa karakter Muppets. Jennifer Hudson, Post Malone dan Tom Cruise berperan dalam upacara penutupan, yang justru berlangsung sebelum pertandingan dimulai.

Sederet aktor, atlet dan selebritas lainnya turut hadir: Javier Bardem dari Spanyol pulang dengan perasaan bahagia, sementara Luciana Barroso Damon istri aktor Matt Damon kemungkinan besar tidak, mengingat ia mengenakan atribut warna negara asalnya, Argentina.

Mereka semua datang untuk menyaksikan sebuah pertunjukan. Begitu pula dengan 80.000 penonton lainnya, belum termasuk sekitar 2 miliar orang yang menyaksikannya dari seluruh penjuru dunia.

Spanyol tidak mengecewakan. Belum ada tim yang berhasil menjuarai Piala Dunia pria secara berturut-turut sejak Brasil pada tahun 1958 dan 1962, dan Spanyol berhasil mencegah Argentina mengulangi pencapaian tersebut.

"Seperti yang saya katakan kepada rekan-rekan setim sebelum pertandingan, kita harus berjuang memenangkan laga ini, kita harus menghadapi mereka, kita harus menatap mata mereka dan menegaskan kami menginginkan kemenangan ini. Lalu, hidup memberikan Piala Dunia itu kepadamu,” sebut Rodri.

Editor: Aspian Nur

Spanyol Pensiunkan Lionel Messi Tanpa Trofi

Senin, 20/07/2026

Ferran Torres, pencetak gol penentu kemenangan Spanyol di final melawan Argentina, mengangkat trofi Piala Dunia 2026 yang terakhir kali didapatkan La Furia Roja tahun 2010 silam. (Foto: apphoto/ashley landis)

Share

Berita Terkait