Minggu, 30/08/2026

Baznas Kaltim Salurkan Bantuan Beras ke Mahulu, Buka Peluang Kolaborasi Pemberdayaan

Minggu, 30/08/2026

Penyerahan bantua beras sebanyak 10 ton oleh Baznas Kaltim untuk masyarakat Mahulu, dalam rangka mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di tengah kekeringan. (Foto: Julika/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Baznas Kaltim Salurkan Bantuan Beras ke Mahulu, Buka Peluang Kolaborasi Pemberdayaan

Minggu, 30/08/2026

logo

Penyerahan bantua beras sebanyak 10 ton oleh Baznas Kaltim untuk masyarakat Mahulu, dalam rangka mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di tengah kekeringan. (Foto: Julika/Korankaltim.com)

‎Penulis: Julika Hengin

‎KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang terdampak kondisi sulit akibat kekeringan dan terbatasnya akses kebutuhan pokok.

Bantuan tersebut diserahkan Baznas Kaltim bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan makanan pokok.

Ketua Baznas Kaltim, Ahmad Nabhan, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program kemanusiaan Baznas melalui program Kaltim Peduli. Penyaluran bantuan dilakukan setelah pihaknya membahas kondisi masyarakat Mahulu bersama jajaran Baznas Kaltim.

‎“Kami sepakat betul, ada dana berapa yang kita miliki, berapa dana infak, berapa dana zakat, nanti kita kirim bantuan ke sini,” kata Ahmad Nabhan.

‎Menurutnya, Baznas tidak hanya berfokus pada pengumpulan dan penyaluran zakat, tetapi memiliki sejumlah program yang mencakup pendidikan, kesehatan, kemanusiaan hingga pemberdayaan masyarakat.

‎Ahmad menjelaskan, Baznas merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta aturan turunannya.

‎Dana yang dihimpun Baznas berasal dari zakat, infak, sedekah, dana sosial keagamaan lainnya, serta dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dana tersebut kemudian disalurkan sesuai ketentuan syariat Islam dan peraturan yang berlaku.

‎Untuk program pendidikan, Baznas memiliki Kaltim Cerdas yang menyasar masyarakat kurang mampu, termasuk membantu biaya pendidikan seperti SPP maupun kebutuhan pendidikan lainnya.

Sementara pada bidang kesehatan, Baznas memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Salah satu program yang telah dijalankan adalah operasi bibir sumbing bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

‎“Sejak awal tahun 2023 itu ada 20 anak, 2024 ada 40 anak, 2025 ada 58 anak. Jadi sudah ada 100 lebih anak yang kita operasi,” ujarnya.

Ahmad menegaskan, penyaluran bantuan Baznas juga dapat menyasar masyarakat nonmuslim melalui sumber dana yang bukan berasal dari zakat, seperti infak, sedekah, dana sosial keagamaan dan CSR.

Selain bantuan kemanusiaan, Baznas Kaltim juga memiliki program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya pengembangan peternakan ayam petelur yang telah dijalankan di tiga lokasi di Balikpapan.

‎Program tersebut, kata Ahmad, merupakan bentuk kolaborasi dengan Bank Indonesia. Baznas membantu penyediaan ayam dan pakan, sedangkan Bank Indonesia membantu pembangunan kandang.

Di salah satu pondok pesantren yang memiliki sekitar 600 santri, program tersebut bahkan menghasilkan sekitar 1.800 butir telur setiap hari untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan anak-anak yang kurang mampu.

“Banyak lagi program pemberdayaan lainnya, ada pengembangan sapi, ikan dan sebagainya,” katanya.

‎Melihat kondisi Mahulu, Ahmad berharap program pemberdayaan serupa dapat dikolaborasikan bersama Baznas Kabupaten Mahulu dan Pemerintah Kabupaten Mahulu.

Namun, ia menekankan pentingnya penataan administrasi dan data penerima bantuan agar setiap program yang dijalankan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami perlu administrasi yang rapi, karena bagaimanapun juga kami Baznas diaudit. Audit dari Kementerian Agama Pusat, dari KAFI, dan juga dari internal kami,” jelasnya.

Karena itu, Baznas Kaltim berharap adanya dukungan Pemkab Mahulu, termasuk kemungkinan dukungan tenaga yang memiliki kemampuan teknologi informasi untuk membantu pengelolaan administrasi Baznas di daerah.

Ahmad juga meminta Pemkab Mahulu membantu proses penyaluran bantuan beras yang diberikan dalam kegiatan tersebut, termasuk memastikan data penerima bantuan.

‎“Bantuan pada hari ini kami mohon nanti kepada pemerintah untuk bisa membantu penyalurannya. Mengenai data-data yang menerima juga perlu kami dapatkan,” katanya.

‎Ia berharap bantuan tersebut tidak berhenti pada penyaluran bantuan pangan, tetapi dapat dilanjutkan dengan kerja sama program pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat Mahulu secara berkelanjutan.

‎“Mudah-mudahan ke depannya ada lagi bantuan yang bisa kita salurkan ke daerah kita ini,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Baznas Kaltim Salurkan Bantuan Beras ke Mahulu, Buka Peluang Kolaborasi Pemberdayaan

Minggu, 30/08/2026

Penyerahan bantua beras sebanyak 10 ton oleh Baznas Kaltim untuk masyarakat Mahulu, dalam rangka mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di tengah kekeringan. (Foto: Julika/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait