Sabtu, 29/08/2026
Sabtu, 29/08/2026
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di SDN 009 Long Merah, Kecamatan Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu dengan menggunakan masker (Foto: Dokumentasi Disdikbud Mahulu).
Sabtu, 29/08/2026

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di SDN 009 Long Merah, Kecamatan Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu dengan menggunakan masker (Foto: Dokumentasi Disdikbud Mahulu).
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Aktivitas belajar mengajar pada sekolah-sekolah di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) masih berjalan seperti biasa.
Namun ditengah kondisi udara yang perlu diwaspadai, para pelajar diwajibkan menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan kesehatan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mahulu Samson Batang, mengatakan pihaknya masih menggodok surat keputusan terkait penerapan belajar dari rumah (BDR) bagi pelajar.
Keputusan tersebut belum dikeluarkan karena peliburan sekolah harus memiliki dasar yang jelas, terutama berdasarkan kondisi kualitas udara di wilayah Mahulu.
Penentuan apakah kegiatan belajar tatap muka masih dapat dilakukan atau perlu dialihkan ke rumah tidak hanya menjadi kewenangan Disdikbud, tetapi juga membutuhkan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang berkaitan dengan kondisi dan kualitas udara.
“Untuk meliburkan itu harus ada acuannya. Apakah udara yang sekarang di Mahulu ini sudah tidak sehat atau bagaimana. Kalau memang tidak sehat, pasti diliburkan anak-anak,” kata Samson saat dikonfirmasi, Sabtu (29/8/2026).
Namun kendala yang dihadapi saat ini adalah belum tersedianya alat ukur kualitas udara di Mahulu. Kondisi tersebut membuat penentuan tingkat polusi udara secara langsung menjadi terbatas.
“Dinas Lingkungan Hidup belum punya alat untuk mendeteksi itu. Untuk Mahulu sendiri belum ada alat untuk mendeteksi kadar udara,” jelasnya Samson.
Karena itu Disdikbud masih melakukan komunikasi dengan pihak terkait untuk melihat perkembangan kondisi udara sebelum menetapkan kebijakan BDR.
Surat keputusan tersebut akan diedarkan kepada sekolah apabila proses penyusunannya telah selesai dan kondisi memang mengharuskan siswa belajar dari rumah.
Sementara menunggu keputusan tersebut, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Disdikbud telah mengeluarkan edaran kepada sekolah agar siswa menggunakan masker selama mengikuti pembelajaran.
“Edaran yang pertama itu supaya menggunakan masker kalau ke sekolah,” jelasnya.
Kondisi kualitas udara memiliki beberapa tingkatan. Selama kondisi masih memungkinkan untuk kegiatan belajar tatap muka, siswa tetap dapat bersekolah dengan menerapkan langkah pencegahan.
Namun, apabila kondisi udara dinilai sudah tidak memungkinkan dan berisiko terhadap kesehatan siswa, peliburan akan dipertimbangkan.
“Kalau memang polusinya parah, harus diliburkan,” katanya.
Jika nantinya BDR diterapkan, siswa akan tetap mendapatkan tugas dari guru untuk dikerjakan di rumah. Guru juga tetap masuk ke sekolah untuk menjalankan tugas dan menyiapkan pembelajaran.
Mekanisme pemberian tugas akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah, mengingat akses jaringan komunikasi di sejumlah kampung di Mahulu masih menjadi tantangan. Tugas dapat disampaikan melalui orang tua maupun menggunakan sarana komunikasi yang tersedia.
Disdikbud Mahulu mengimbau sekolah untuk terus memperhatikan perkembangan kondisi lingkungan dan mengikuti arahan yang dikeluarkan pemerintah. Kebijakan mengenai BDR nantinya akan disesuaikan dengan hasil pemantauan dan koordinasi bersama instansi terkait.
Editor: Aspian Nur
Sabtu, 29/08/2026
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di SDN 009 Long Merah, Kecamatan Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu dengan menggunakan masker (Foto: Dokumentasi Disdikbud Mahulu).
TERPOPULER