Sabtu, 29/08/2026
Sabtu, 29/08/2026
Sejumlah puskesmas di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mulai membagikan masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap dan meningkatnya kasus ISPA di tengah kondisi kemarau. (Foto: Julika/Korankaltim.com).
Sabtu, 29/08/2026

Sejumlah puskesmas di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mulai membagikan masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap dan meningkatnya kasus ISPA di tengah kondisi kemarau. (Foto: Julika/Korankaltim.com).
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mengalami peningkatan signifikan ditengah kondisi kemarau dan kabut asap yang semakin tebal.
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Mahulu mencatat sebanyak 615 kasus ISPA berdasarkan laporan mingguan Surveilans Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) dari fasilitas pelayanan kesehatan sejak Minggu ke-22 hingga Minggu ke-33 tahun 2026. Data tersebut dilaporkan Dinkes P2KB Mahulu kepada Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, sebagai bahan informasi dan pertimbangan untuk menentukan langkah antisipasi serta kebijakan lebih lanjut.
Kepala Dinkes P2KB Mahulu, dr Petronela Tugan dalam laporan tertanggal 29 Agustus 2026 menyebutkan perkembangan kasus menunjukkan kenaikan yang cukup mencolok pada pekan terakhir.
Pada Minggu ke-32 tercatat 44 kasus ISPA. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 93 kasus pada Minggu ke-33 atau naik sekitar 111 persen. Petronela menjelaskan, angka tersebut baru berasal dari kasus yang tercatat di fasilitas pelayanan kesehatan, yakni puskesmas dan rumah sakit. Sementara kasus yang ditangani secara mandiri oleh masyarakat belum masuk dalam data tersebut.
“Sebenarnya itu data yang masuk ke faskes, puskesmas dan rumah sakit saja. Kita belum mengumpulkan data dari tempat praktik dan apotek, karena yang datang ke faskes biasanya yang tidak sembuh setelah mengonsumsi obat-obatan ringan yang biasa dibeli di apotek atau toko obat,” jelas Petronela saat dikonfirmasi, Sabtu (29/8/2026).
Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat kemungkinan kasus ISPA lain di masyarakat yang tidak tercatat dalam laporan fasilitas kesehatan.
“Karena flu dan batuk pilek itu orang jarang ke faskes, kecuali disertai demam dan sesak napas. Ini berarti di luar sana ada banyak lagi kasus ISPA tanpa komplikasi yang diobati sendiri,” ujar Petronela.
Peningkatan kasus tersebut perlu menjadi perhatian, terlebih terjadi bersamaan dengan kondisi kemarau dan kabut asap yang semakin tebal. Dinkes menilai paparan asap dan kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan.
Kondisi tersebut terutama perlu diwaspadai pada kelompok rentan, seperti bayi dan balita, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau gangguan saluran pernapasan, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes P2KB Mahulu terus melakukan pemantauan perkembangan kasus ISPA melalui laporan SKDR dari fasilitas pelayanan kesehatan. Penguatan kewaspadaan dan pemantauan kasus juga dilakukan di tingkat puskesmas.
Selain itu, masyarakat diberikan edukasi mengenai pencegahan ISPA dan dampak kabut asap. Dinkes mengimbau masyarakat menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi kabut asap semakin tebal.
Dinkes P2KB Mahulu juga melakukan koordinasi lintas sektor terkait kondisi kabut asap dan pencegahan pembakaran lahan maupun sampah.
Surat edaran kepada masyarakat turut disiapkan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan peningkatan kasus ISPA.
Dari total 615 kasus yang tercatat selama Minggu ke-22 hingga Minggu ke-33, Puskesmas Ujoh Bilang mencatat jumlah kasus tertinggi, yakni 223 kasus.
Kemudian Puskesmas Long Hubung mencatat 155 kasus dan Puskesmas Mamahak Besar sebanyak 138 kasus. Puskesmas Tiong Ohang di Kecamatan Long Apari mencatat 45 kasus, Puskesmas Laham 42 kasus, serta RS Gerbang Sehat Mahulu sebanyak 12 kasus. Dinkes menegaskan pemantauan kasus ISPA akan dilakukan secara berkelanjutan dan dilaporkan apabila terjadi peningkatan yang lebih signifikan.
Laporan tersebut menyimpulkan bahwa peningkatan kasus ISPA pada Minggu ke-33 dan kondisi kabut asap yang semakin tebal membutuhkan langkah pencegahan dan pengendalian secara bersama-sama serta melibatkan lintas sektor.
Editor: Aspian Nur
Sabtu, 29/08/2026
Sejumlah puskesmas di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mulai membagikan masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap dan meningkatnya kasus ISPA di tengah kondisi kemarau. (Foto: Julika/Korankaltim.com).
TERPOPULER