Minggu, 30/08/2026
Minggu, 30/08/2026
Kabut asap menyelimuti kawasan Bandara Melalan, Melak, Kutai Barat. (Foto: Dok.Bandara Melalan)
Minggu, 30/08/2026

Kabut asap menyelimuti kawasan Bandara Melalan, Melak, Kutai Barat. (Foto: Dok.Bandara Melalan)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Kabut asap membuat aktivitas penerbangan di Bandara Melalan, Melak, Kutai Barat (Kubar), terganggu selama tiga hari berturut-turut.
Sejak Jumat (28/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026), sejumlah penerbangan di Bandara Melalan harus dibatalkan karena jarak pandang belum memenuhi batas yang dibutuhkan untuk keselamatan penerbangan.
Kepala Kantor UPBU Kelas III Melalan, Melak, Bernard Repelita Purba mengatakan, kondisi jarak pandang pada Minggu sebenarnya sempat menunjukkan perbaikan. Pada pagi hari, jarak pandang hanya sekitar 500 meter, kemudian meningkat hingga mencapai empat kilometer.
“Pagi tadi awalnya hanya 500 meter, kemudian berkembang jadi lima kilometer. Kalau bisa satu kilometer lagi, mungkin kita bisa berangkat,” ujar Bernard kepada Korankaltim.com.
Meski membaik, kondisi tersebut masih berada di bawah batas minimum yang dibutuhkan untuk penerbangan. Bernard menjelaskan, jarak pandang minimal yang diperlukan mencapai lima kilometer. Kondisi cuaca dan visibilitas terus dipantau sebelum penerbangan dapat dilakukan.
“Minimal itu dibutuhkan lima kilometer. Jadi kita masih menunggu perkembangan cuaca. Kalau jarak pandangnya bisa mencapai lima kilometer, penerbangan sudah memungkinkan untuk diberangkatkan,” ujarnya.
Namun, hingga perkembangan terakhir pada Minggu sore, jarak pandang belum mencapai batas tersebut. Penerbangan yang dijadwalkan hari ini akhirnya kembali dibatalkan.
Bernard menyebut, pembatalan pada hari ini memperpanjang gangguan penerbangan yang telah terjadi sejak Jumat. Dalam dua hari sebelumnya, pembatalan berdampak pada sejumlah penerbangan Wings Air yang melayani rute Samarinda dan Balikpapan menuju Melak maupun sebaliknya. Penerbangan perintis rute Melak-Datah Dawai juga turut terdampak pada hari Sabtu.
“Dengan hari ini artinya sudah tiga hari penerbangan dibatalkan karena visibilitas di bawah lima kilometer. Mereka tidak berani memaksakan karena faktor yang paling utama itu keselamatan,” tegasnya.
Bernard menjelaskan, Bandara Melalan sendiri masih berstatus open. Namun, status tersebut tidak berarti penerbangan dapat dipaksakan ketika kondisi jarak pandang belum memenuhi persyaratan keselamatan.
Kabut asap dapat mengganggu penerbangan karena menurunkan jarak pandang, terutama saat pesawat melakukan lepas landas maupun pendaratan. Kondisi tersebut juga berpotensi menyebabkan penundaan hingga pembatalan penerbangan.
Karena itu, kondisi cuaca menjadi faktor penting untuk menentukan kapan penerbangan dapat kembali beroperasi. Bernard berharap kabut asap segera berkurang dan jarak pandang kembali memenuhi batas yang dibutuhkan.
“Harapannya mudah-mudahan ada perubahan cuaca, sehingga penerbangan bisa kembali berjalan,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Minggu, 30/08/2026
Kabut asap menyelimuti kawasan Bandara Melalan, Melak, Kutai Barat. (Foto: Dok.Bandara Melalan)
TERPOPULER