Minggu, 30/08/2026
Minggu, 30/08/2026
Kondisi Penanganan Karhutla Sabtu (29/8/2026) malam. (Foto: Dok.BPBD Berau)
Minggu, 30/08/2026

Kondisi Penanganan Karhutla Sabtu (29/8/2026) malam. (Foto: Dok.BPBD Berau)
Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Kabupaten Berau mencatat 779 titik panas berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 29 Agustus 2026. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur dan menandai kembali meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Kondisi itu turut diikuti kabut asap yang kembali terpantau di sejumlah wilayah Berau. Cuaca panas dan kering juga meningkatkan potensi kekeringan di tengah ancaman karhutla yang belum mereda.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kemudian melakukan rapat koordinasi dan pengkajian kondisi bencana untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Berau Muhammad Said mengatakan, rapat tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Tim Kajian Cepat Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Bupati Berau Nomor 355 Tahun 2025.
Pembahasan difokuskan pada kondisi terkini di lapangan, dampak bencana, kebutuhan penanganan, hingga perkembangan situasi karhutla dan kekeringan. Langkah tersebut dilakukan untuk menyatukan penanganan lintas sektor agar lebih cepat dan terukur.
Kondisi ini juga tidak terlepas dari status yang telah ditetapkan melalui SK Bupati Berau Nomor 174 Tahun 2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla serta Kekeringan akibat Fenomena El Nino.
Dari hasil kajian dan evaluasi kondisi lapangan, pemerintah daerah menilai terdapat dasar untuk meningkatkan status penanganan bencana. Syarat dan ketentuan perubahan status dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat dinyatakan telah terpenuhi.
“Syarat dan ketentuan untuk perubahan status dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat telah terpenuhi,” ujarnya.
Perubahan status tersebut dipandang penting karena akan memperkuat mobilisasi sumber daya, koordinasi lintas sektor, serta mempercepat penanganan bencana di wilayah Berau.
Kondisi karhutla yang kembali meningkat menunjukkan bahwa bantuan OMC belum serta-merta mengakhiri ancaman kebakaran. Penurunan titik panas yang sempat terjadi kini kembali berbalik, sementara kabut asap mulai dirasakan masyarakat.
Pemerintah daerah melalui BPBD dan seluruh unsur terkait pun terus memperkuat sinergi dalam menghadapi kondisi hidrometeorologi kering. Penanganan tidak hanya diarahkan pada pemadaman titik api, tetapi juga mitigasi terhadap kekeringan dan dampak yang ditimbulkan.
“Kami terus bergerak, bersinergi, dan memastikan penanganan bencana dilakukan secara cepat, terpadu, dan terukur,” tegasnya.
Editor: Erwin
Minggu, 30/08/2026
Kondisi Penanganan Karhutla Sabtu (29/8/2026) malam. (Foto: Dok.BPBD Berau)
TERPOPULER