Jumat, 17/11/2023

Ritual Icu Onam Suku Dayak Penihing di Mahulu, Onam Dibungkus Kain Merah dan Dibacakan Mantra

Jumat, 17/11/2023

Penanaman Onam di depan lamin adat Dayak Penihing Ujoh Bilang oleh para tokoh adat Penihing. (Foto: Julika Hengin)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Ritual Icu Onam Suku Dayak Penihing di Mahulu, Onam Dibungkus Kain Merah dan Dibacakan Mantra

Jumat, 17/11/2023

logo

Penanaman Onam di depan lamin adat Dayak Penihing Ujoh Bilang oleh para tokoh adat Penihing. (Foto: Julika Hengin)

Penulis: Julika Hengin

KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG - Icu adalah mengantar, Onam adalah permainan. Jadi, Icu Onam dalam bahasa suku Dayak Penihing adalah sebuah ritual mengantar permainan baik berupa tiang atau tugu serta tangga yang diukir dengan sedemikian rupa dan dimaknai sebagai pemersatu masyarakat Penihing yang tinggal di tempat yang berbeda. 

Baru-baru ini masyarakat suku Dayak Penihing yang ada di Kecamatan Long Apari dan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) melakukan ritual Icu Onam. Ritual ini tidak dilakukan setiap tahun, melainkan dilakukan berdasarkan kesiapan dari pihak yang menerima Onam dan mengantar Onam tersebut. 

Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Penihing dari Long Apari belum lama ini dengan mengantar Onam ke rumah besar masyarakat Penihing di Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun. Onam yang dibawakan warga Penihing dari Long Apari itu berupa tugu yang diukir sedemikian rupa dan dihias menggunakan warna warni benang wol kemudian dibungkus menggunakan kain merah sebagai bentuk kejutan dari warga Penihing, Long Apari kepada warga Penihing di Desa Ujoh Bilang. 

Ketua Panitia penyelenggara, Hendrik Bang menyebut pelaksanaan ritual ini dilakukan sebagai bentuk suka cita dan mempererat tali persaudaraan sebagai masyarakat Penihing yang tinggal di tempat yang berbeda. 

Sehingga, dengan melakukan ritual Icu Onam dapat membuat semua berkumpul dan merasakan kebahagiaan, suka cita karena telah berkumpul di satu tempat yang sama dan dapat menyapa, bertemu dengan kerabat jauh antar satu sama lain meski masih dalam satu wilayah yaitu Mahulu. 

Hendrik mengatakan, tahapan dalam prosesi Icu Onam ini dilakukan secara bertahap. Di mana pada hari pertama penerima Onam menyambut warga yang mengantar Onam, kemudian di hari kedua barulah dilakukan ritualnya dengan cara melakukan perarakan Onam dari tempat yang disimpan ke lamin adat suku Penihing Ujoh Bilang. 

Dia menambahkan, bahwa dalam pengantarannya ke dalam lamin adat tersebut ada tahapannya saat Onam tersebut berhasil dibawa ke depan lamin yaitu melakukan penyambutan kepada Onam berupa nyanyian yang dibawakan oleh tokoh adat dengan bahasa Penihing tinggi kemudian pemasangan gelang kepada para tokoh adat yang memegang ritual, kemudian Onam yang dibungkus dengan kain merah tersebut dibuka dan dibacakan mantra sambil dioleskan darah binatang sebagai tanda kesakralan terhadap Onam tersebut bahwa sudah dilakukan ritual khusus. "Itu Onam nya dibungkus sebagai surprise saja, supaya yang melihat dari sini terlihat wah," imbuh Hendrik. 

Kemudian, setelah Onam dibuka dan dibacakan oleh kepala adat, maka barulah Onam tersebut ditanam tepat di halaman lamin adat bersama dengan tiga jenis daun. Setelah itu barulah seluruh masyarakat Penihing yang hadir dalam ritual tersebut berjalan masuk ke arah lamin dan menari bersama sambil diiringi iringan musik gong. 

Setelah itu, barulah seluruh kontingen yang mengantar Onam kemudian menerima Onam dipersilakan duduk saling berhadapan di dalam lamin karena pemasangan gelang untuk semua masyarakat Penihing yang ikut dalam ritual itu sebagai tanda bahwa mereka telah melakukan ritual Icu Onam.  "Sebagai penguatan, ikatan bagi jiwa mereka yang ikut serta melaksanakan ritual Icu Onam," pungkasnya.


Editor: Maruly Z

Ritual Icu Onam Suku Dayak Penihing di Mahulu, Onam Dibungkus Kain Merah dan Dibacakan Mantra

Jumat, 17/11/2023

Penanaman Onam di depan lamin adat Dayak Penihing Ujoh Bilang oleh para tokoh adat Penihing. (Foto: Julika Hengin)

Share

Berita Terkait