Kamis, 13/08/2026

Jalan Poros Margasari Jembayan Ambles hingga 40 Senti Bikin Warga RT 4 Loa Kulu Cemas karena Rumah Bergoyang dan Keramba Terancam

Kamis, 13/08/2026

Kondisi Jalan Poros Margasari Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, yang amblas hingga 40 Cm. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Jalan Poros Margasari Jembayan Ambles hingga 40 Senti Bikin Warga RT 4 Loa Kulu Cemas karena Rumah Bergoyang dan Keramba Terancam

Kamis, 13/08/2026

logo

Kondisi Jalan Poros Margasari Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, yang amblas hingga 40 Cm. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kerusakan infrastruktur jalan poros utama yang menghubungkan Loa Janan dan Tenggarong kian mengkhawatirkan. 

Jalan provinsi yang terletak di RT 4 Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dilaporkan kembali mengalami keretakan dan penurunan tanah atau ambles.

Penurunan badan jalan ini sudah terjadi secara bertahap dalam dua bulan terakhir. Namun, pergeseran tanah paling parah terjadi pada Rabu (12/8/2026) kemarin dan pada Kamis (13/8/2026) hari ini kondisi tanah justru semakin amblas secara drastis.

Berdasarkan pantauan Korankaltim.com di lapangan, tanah mengalami penurunan bertahap 5 sentimeter. Beda tinggi sambungan jalan di sisi tepi sungai kini telah mencapai 30 hingga 40 sentimeter, sementara sisi darat berkisar antara 15 hingga 20 sentimeter. Tingginya penurunan jalan membuat kendaraan warga sekitar sama sekali tidak bisa lagi naik untuk parkir di teras rumah mereka.

Kepala Dusun Margasari Haerudi mengungkapkan, kekhawatiran terbesar saat ini adalah ancaman longsor total jika hujan deras tiba.

"Penurunan dan kelebaran retakan makin hari makin drastis. Dibawah badan jalan ini sudah tidak ada tanah penghambat lagi karena posisinya sudah berongga. Jika musim hujan mendadak turun, ini akan hancur semua," kata Haerudi kepada Korankaltim.com di lokasi amblesnya tanah.

Situasi ini diperparah oleh adanya kebocoran pipa ledeng PDAM yang alirannya tepat berada di bawah titik retakan. Rembesan air dari pipa yang bocor tersebut dikhawatirkan mengikis sisa struktur tanah dan mempercepat amblesnya jalan.

Selain faktor alam, kondisi tanah di kawasan tersebut sejak awal pengeboran (sondir) memang merupakan lapisan lumpur labil. Konstruksi jalan yang baru dicor pada Juli 2025 lalu kini tidak kuat menahan beban kendaraan berat seperti truk tronton bermuatan di atas 20 ton yang setiap hari melintas bebas tanpa adanya pembatasan kapasitas.

Haerudi mengaku sudah melayangkan laporan darurat kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Balai Jalan Nasional. Mengingat status jalur ini adalah jalan utama provinsi, kewenangan perbaikan dan pemasangan pancang penguat berada di bawah pemerintah provinsi.

"Warga juga merasa khawatir, mereka ingin Pemprov Kaltim untuk segera melakukan uji teknis kelayakan jalan, memasang rambu imbauan, dan melakukan penanggulangan darurat sebelum jalur penghubung antar-kabupaten ini putus total seperti tahun lalu," sebut Haerudi.

Dampak dari amblasnya jalan utama ini dirasakan langsung oleh sekitar 25 hingga 30 rumah warga yang berada di sepanjang bibir jalan. Nuril Huda, seorang warga RT 4 menyebutkan, guncangan keras terjadi setiap kali truk besar lewat.

"Setiap truk besar lewat, rumah-rumah kami di sini bergoyang semua. Warga panik luar biasa karena takut jalan ini tiba-tiba longsor total," ujar Nuril. 

Meski belum ada laporan dinding rumah warga yang retak, efek getaran ini membuat masyarakat dicekam rasa cemas. Ancaman kerugian ekonomi juga membayangi sektor perikanan lokal. Pasalnya tepat dibawah area longsoran terdapat ratusan kotak keramba ikan milik dua kelompok pembudidaya dan nelayan setempat. Kuatnya arus sungai di musim kemarau saat ini terus mengikis fondasi tiang pancang keramba, ditambah risiko tertimbun material jika badan jalan di atasnya runtuh.

Hingga saat ini, belum ada jalur pengalihan kendaraan karena jalan perusahaan tambang di sekitar lokasi berstatus privat dan dilarang untuk lintasan umum. Satu-satunya jalur alternatif umum yang tersedia memaksa warga memutar sejauh tujuh kilometer, namun kondisinya saat ini juga dalam keadaan rusak parah.

Editor: Aspian Nur

Jalan Poros Margasari Jembayan Ambles hingga 40 Senti Bikin Warga RT 4 Loa Kulu Cemas karena Rumah Bergoyang dan Keramba Terancam

Kamis, 13/08/2026

Kondisi Jalan Poros Margasari Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, yang amblas hingga 40 Cm. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)

Share

Berita Terkait