Minggu, 09/08/2026
Minggu, 09/08/2026
Kombes Pol Teddy Soepandi. (Foto: Januar/Korankaltim.com)
Minggu, 09/08/2026

Kombes Pol Teddy Soepandi. (Foto: Januar/Korankaltim.com)
Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COK, BALIKPAPAN - Jagat maya di Kalimantan Timur belakangan ini mendadak gaduh dengan beredarnya video kericuhan di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Suasana di media sosial kian panas lantaran insiden tersebut sempat digiring dengan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).
Menanggapi hal tersebut, jajaran kepolisian langsung bergerak cepat. Polda Kaltim mengerahkan patroli siber secara masif untuk menekan penyebaran informasi palsu alias hoaks yang berpotensi memperkeruh situasi di tengah masyarakat.
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Teddy Soepandi menegaskan, pengerahan tim siber ini bertujuan agar informasi yang beredar di dunia maya tidak meluas dan menimbulkan kesalahpahaman.
"Jelas nanti tetap itu patroli siber dikerahkan untuk menekan informasi ataupun yang keliru di medsos, biar masalah yang berkembang itu jangan sampai menimbulkan multitafsir," tegas Teddy saat dihubungi Korankaltim, Minggu (9/8/2026).
Sebagai langkah pendinginan (cooling system), kepolisian terus menggandeng berbagai elemen masyarakat mulai dari tokoh adat, tokoh agama, hingga tokoh pemuda di Tabang guna mencegah berkembangnya narasi yang tidak sesuai fakta.
Personel Ditintelkam Polda Kaltim bersama jajaran Polres Kukar dan Polsek Tabang juga terus memantau situasi hingga dipastikan dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali tanpa adanya konsentrasi massa.
"Untuk mencegah daripada berkembangnya isu SARA itu, dari pihak kepolisian melakukan langkah-langkah penyelidikan, di antaranya salah satunya itu gelar perkara agar segera terungkap peristiwa pidana dan pelakunya, serta dilakukan kegiatan penggalangan terhadap tokoh-tokoh seperti tokoh adat, agama, maupun tokoh pemuda," jelas Teddy.
Pihak kepolisian memastikan proses hukum ini akan berjalan secara profesional berdasarkan alat bukti yang valid di lapangan. Masyarakat pun diimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi miring dan menyerahkan penuh penanganan perkara ini kepada aparat berwajib.
Dibalik gaduhnya isu di media sosial, kepolisian memastikan insiden berdarah di Tabang ini tengah didalami melalui koridor penegakan hukum. Peristiwa bermula ketika warga berinisial I ditemukan meninggal dunia, yang sebelumnya sempat diisukan sebagai akibat kecelakaan lalu lintas, serta disusul aksi pembakaran warung makan milik warga berinisial S oleh sekelompok pemuda akibat dugaan penjualan minuman keras.
"Menindaklanjuti hal tersebut, Kapolres Kutai Kartanegara langsung memimpin gelar perkara di Mako Polsek Tabang yang diikuti jajaran kepolisian pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WITA," ujar Teddy.
Bedasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh personel Satlantas, terbongkar fakta tidak ditemukan bukti maupun petunjuk yang mengarah pada terjadinya kecelakaan lalu lintas dalam peristiwa yang merenggut nyawa korban I.
Sebaliknya, dari pemeriksaan sejumlah saksi oleh Unit Reskrim Polsek Tabang, ditemukan petunjuk kuat yang mengarah pada dugaan tindak pidana pengeroyokan.
"Temuan inilah yang kini dijadikan dasar kepolisian untuk membongkar terang rangkaian peristiwa tersebut," jelasnya.
Atas arahan Kapolres Kukar, Unit Reskrim Polsek Tabang yang dibackup Satreskrim Polres Kukar serta Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim langsung tancap gas melakukan penyelidikan mendalam dan mengantongi sejumlah nama yang berpotensi menjadi terduga pelaku.
"Penyidik telah melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi sejumlah nama yang berpotensi menjadi terduga pelaku," tutup Tedy.
Editor: Aspian Nur
Minggu, 09/08/2026
Kombes Pol Teddy Soepandi. (Foto: Januar/Korankaltim.com)
TERPOPULER