Selasa, 18/01/2022
Selasa, 18/01/2022
Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih (Claudius Vico/Korankaltim.com)
Selasa, 18/01/2022

Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih (Claudius Vico/Korankaltim.com)
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda mengumumkan pelayanan vaksinasi dosis lanjutan (booster) mulai diberlakukan di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) swasta. Hal itu sesuai Instruksi Dinas Kesehatan bernomor 443/212/100.02 yang ditandatangani, Selasa (18/1/2022).
Terdapat beberapa poin yang perlu diperhatikan oleh faskes swasta sebagai ketentuan teknis untuk pelaksanaan vaksinasi booster yakni sasaran vaksinasi booster kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas dengan prioritas lanjut usia (lansia) dan penderita Immunokompromais atau suatu kondisi melemahnya sistem imun, kemudian sasaran vaksinasi wajib membawa e-tiket/NIK dengan membawa KK/KTP atau melalui aplikasi Pedulilindungi, calon penerima vaksinasi yang hendak menerima vaksinasi booster minimal telah melewati vaksinasi dosis 1 dan 2 minimal enam bulan sebelumnya.
Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih menegaskan program vaksinasi booster itu tak dipungut biaya alias gratis, pihaknya sudah bekerja sama dengan 14 faskes swasta yang ada di Samarinda, seperti Klinik Sentra Medika Samarinda, Klinik Mitra Keluarga, Klinik Kusuma, Klinik Ayu Husada, Klinik Aminah Amin Rianta, Klinik Ramlah Parjib 2, Klinik Ramlah Parjib 3, Klinik Satya Prima, Klinik Partiwi, Klinik Mitra Gustiana, Klinik Mustag Farma, Kinik Kelmed, Klinik drg. Wilsa, Klinik Hj. Ninik. "Dari setiap klinik masing-masing punya jadwal pelaksanaan berbeda jadwalnya dalam pekan ini," ucap Ismed Selasa (18/1/2022).
Ismed sapaan akrabnya menegaskan sasaran vaksinasi juga dapat disalurkan keapada masyarakat umum lantaran capaian vaksinasi di Samarinda pada dosis pertama sudah melampaui 60 persen. "Yang penting sudah vaksin dosis pertama dan kedua 6 bulan sebelumnya," jelasnya.
Ia mengimbau meskipun adanya vaksinasi booster yang sudah diberlakukan di Samarinda namun penerapan protokol kesehatan tetap harus dijaga sebagai bentuk kewaspadaan atas lonjakan kasus yang dikhawatirkan.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan
Selasa, 18/01/2022
Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih (Claudius Vico/Korankaltim.com)
TERPOPULER