Selasa, 16/06/2026
Selasa, 16/06/2026
Sri Juniarsih Mas saat melakukan pembayaran produk UMKM menggunakan metode QRIS. (Foto: Indri/Korankaltim.com)
Selasa, 16/06/2026

Sri Juniarsih Mas saat melakukan pembayaran produk UMKM menggunakan metode QRIS. (Foto: Indri/Korankaltim.com)
Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Transformasi digital mulai terasa dalam aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Berau. Salah satu perubahan yang paling terlihat ialah semakin luasnya penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran, baik di sektor perdagangan maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kemudahan bertransaksi tanpa uang tunai membuat QRIS kian diminati masyarakat. Melalui pemindaian kode menggunakan telepon pintar, proses pembayaran dapat dilakukan dengan cepat, aman, dan praktis. Kondisi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong digitalisasi ekonomi daerah.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menilai perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha agar mampu mengikuti perubahan perilaku konsumen yang kini semakin akrab dengan transaksi digital.
Pemanfaatan QRIS tidak hanya memberikan kemudahan bagi pembeli, tetapi juga membantu pelaku UMKM dalam mengelola transaksi usaha secara lebih tertata dan transparan.
“Pelaku UMKM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. QRIS menjadi salah satu sarana yang memudahkan transaksi dan memperluas peluang usaha,” kata Sri kepada Korankaltim.com Selasa (16/6/2026).
Digitalisasi menjadi satu diantara langkah penting dalam memperkuat daya saing UMKM di tengah perkembangan ekonomi yang semakin modern. Dengan sistem pembayaran digital, pelaku usaha dapat menjangkau lebih banyak konsumen, termasuk wisatawan yang berkunjung ke Berau.
Penerapan QRIS juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun ekosistem transaksi non-tunai. Selain meningkatkan efisiensi, sistem tersebut dapat mendukung pencatatan keuangan usaha yang lebih baik sehingga memudahkan pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnisnya.
Saat ini, sejumlah pelaku UMKM di Berau telah memanfaatkan QRIS sebagai metode pembayaran utama maupun alternatif. Penggunaan teknologi tersebut mulai ditemukan di berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga perdagangan jasa.
Sri Juniarsih berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan layanan digital sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendorong peningkatan literasi digital agar masyarakat tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan zaman.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Karena itu, kami ingin UMKM Berau terus berkembang dan mampu bersaing melalui pemanfaatan teknologi,” tegasnya.
Meluasnya penggunaan QRIS menjadi salah satu indikator bahwa transformasi digital di Kabupaten Berau terus berjalan. Perubahan tersebut diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendorong UMKM naik kelas di era digital.
"Karena itu semua dipaksa untuk membuka mata terhadap digitalisasi. Termasuk para UMKM yang wajib memanfaatkan transformasi digital tersebut," tutup Sri.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 16/06/2026
Sri Juniarsih Mas saat melakukan pembayaran produk UMKM menggunakan metode QRIS. (Foto: Indri/Korankaltim.com)
TERPOPULER