Selasa, 16/06/2026
Selasa, 16/06/2026
Kelapa sawit, masih jadi komoditas unggulan di Kaltim. (Foto: dokdisbunkaltim)
Selasa, 16/06/2026

Kelapa sawit, masih jadi komoditas unggulan di Kaltim. (Foto: dokdisbunkaltim)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperketat pengawasan terhadap tata niaga kelapa sawit guna mencegah praktik yang berpotensi merugikan petani.
Langkah ini dilakukan menyusul masih adanya perbedaan harga Tandan Buah Segar (TBS) di sejumlah wilayah yang dinilai dapat memicu ketidakadilan bagi pelaku usaha maupun pekebun.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur (Plt Kadisbun Kaltim) Ahmad Muzakkir menyebut, seluruh pihak harus menjaga stabilitas harga TBS sesuai ketentuan yang berlaku. Harga yang terbentuk di lapangan harus mencerminkan kondisi pasar yang sehat dan transparan.
“Kami ingin memastikan harga TBS tetap stabil dan tidak ada praktik-praktik yang merugikan petani maupun pelaku usaha,” tegas Muzzakir.
Perbedaan harga yang terlalu jauh antarwilayah perlu menjadi perhatian bersama mengingat kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketimpangan serta memengaruhi pendapatan petani sawit.
Untuk memperkuat pengawasan, pemerintah daerah meminta perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit melaporkan perkembangan harga secara rutin. Data tersebut akan digunakan sebagai instrumen pemantauan guna mendeteksi lebih dini adanya fluktuasi harga yang tidak wajar.
Pemerintah tidak akan menutup mata apabila ditemukan indikasi manipulasi harga atau praktik lain yang merugikan masyarakat. Setiap temuan akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.
Selain persoalan harga, Disbun Kaltim juga menyoroti pentingnya hubungan kemitraan yang sehat antara perusahaan dan petani. Kemitraan yang transparan dinilai menjadi kunci untuk menciptakan kepastian usaha sekaligus menjaga keberlanjutan industri sawit daerah.
“Hubungan perusahaan dan petani harus berjalan adil serta saling menguntungkan. Ini penting agar sektor sawit tetap tumbuh dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujar Muzzakir lagi.
Pemerintah juga mendorong organisasi pelaku usaha dan pabrik kelapa sawit untuk mengambil peran lebih aktif dalam menciptakan tata kelola perkebunan yang akuntabel. Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar.
Sebagai salah satu komoditas unggulan Kalimantan Timur, kelapa sawit memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Karena itu, stabilitas harga TBS tidak hanya berdampak pada keberlangsungan usaha perkebunan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan ribuan petani sawit di Kaltim.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 16/06/2026
Kelapa sawit, masih jadi komoditas unggulan di Kaltim. (Foto: dokdisbunkaltim)
TERPOPULER