Selasa, 15/09/2026
Selasa, 15/09/2026
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyerahkan penghargaan kepada perwakilan PT Hutan Sanggam Berau atas partisipasinya dalam penanganan karhutla di Lapangan GOR Pemuda, Tanjung Redeb, Selasa (15/9/2026). (Foto: Indri/Korankaltim.com)
Selasa, 15/09/2026

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyerahkan penghargaan kepada perwakilan PT Hutan Sanggam Berau atas partisipasinya dalam penanganan karhutla di Lapangan GOR Pemuda, Tanjung Redeb, Selasa (15/9/2026). (Foto: Indri/Korankaltim.com)
Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - PT Hutan Sanggam Berau (HSB) menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Berau atas kontribusinya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penghargaan diserahkan langsung Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dalam upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 dan Hari Jadi Kota Tanjung Redeb ke-216 di Lapangan GOR Pemuda, Tanjung Redeb, Selasa (15/9/2026).
Manajer Pengamanan Hutan PT Hutan Sanggam Berau, Anwar Kalfangare, mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus terlibat dalam upaya pencegahan hingga penanganan karhutla.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan pencegahan dan penanganan karhutla,” ujar Anwar.
Namun, di balik penghargaan tersebut, Anwar menegaskan bahwa kondisi di lapangan belum sepenuhnya aman. Hujan yang turun pada 9 dan 11 September tidak serta-merta menghilangkan potensi kebakaran.
Menurutnya, cuaca kembali panas dalam beberapa hari terakhir dan sejumlah hotspot mulai muncul. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran.
“Kita tidak boleh lengah. Beberapa hari terakhir kembali panas dan sejumlah hotspot mulai muncul,” tegasnya.
Anwar juga mengingatkan masyarakat yang memiliki atau mengelola lahan agar tidak menjadikan hujan sebagai alasan untuk kembali melakukan pembakaran saat membuka maupun membersihkan areal.
Ia khawatir anggapan bahwa musim penghujan telah tiba dapat memicu kelalaian masyarakat dalam mengelola lahan. Padahal, kondisi panas yang kembali terjadi masih dapat meningkatkan risiko munculnya titik api.
“Jangan beranggapan karena hujan sudah turun berarti kondisi sudah aman dan kemudian melakukan pembakaran lahan,” katanya.
Selain mencegah pembakaran, masyarakat juga diminta berperan aktif dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini. Setiap indikasi munculnya api maupun titik panas di wilayah masing-masing diharapkan segera dilaporkan kepada pihak terkait.
Anwar menilai pengendalian karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan tim pemadam. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran meluas.
“Kita harus tetap siaga dan bersama-sama melakukan pengawasan terhadap potensi karhutla,” ujarnya.
Kondisi kabut asap yang masih terlihat di sejumlah wilayah juga menjadi perhatian. Dengan cuaca yang kembali panas, potensi kebakaran dinilai masih perlu diantisipasi meskipun hujan sempat mengguyur Berau.
PT Hutan Sanggam Berau pun berkomitmen memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, KPHP Berau Barat, pemerintah kecamatan dan kampung, serta unsur lainnya dalam pencegahan dan penanganan karhutla.
Bagi Anwar, momentum Hari Jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian seluruh elemen terhadap lingkungan.
“Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, segera laporkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang selama ini terlibat dalam penanganan kebakaran, terutama petugas dan relawan yang berada di lapangan.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas, relawan dan perusahaan yang sudah berkontribusi dalam membantu menangani karhutla,” ujarnya
Menurutnya, perjuangan petugas dan relawan dalam menghadapi karhutla tidak mengenal waktu. Mereka tetap bekerja siang dan malam untuk mencegah api meluas dan melindungi wilayah Berau.
Karena itu, Sri mengajak seluruh pihak untuk tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi ancaman karhutla. Sinergi pemerintah, aparat, perusahaan, relawan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menghadapi kondisi tersebut.
“Saya mengajak kita semua agar selalu bergandeng tangan, saling mendukung, dan mendoakan,” tutupnya.
Editor: Erwin
Selasa, 15/09/2026
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyerahkan penghargaan kepada perwakilan PT Hutan Sanggam Berau atas partisipasinya dalam penanganan karhutla di Lapangan GOR Pemuda, Tanjung Redeb, Selasa (15/9/2026). (Foto: Indri/Korankaltim.com)
TERPOPULER