Senin, 14/09/2026
Senin, 14/09/2026
Penampilan Tarian Daerah “Jappin Banua Barrau” binaan Lurah Sambaliung saat Rapat Paripurna memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb di Gedung DPRD Berau, Senin (14/9/2026).
Senin, 14/09/2026

Penampilan Tarian Daerah “Jappin Banua Barrau” binaan Lurah Sambaliung saat Rapat Paripurna memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb di Gedung DPRD Berau, Senin (14/9/2026).
TANJUNG REDEB – Peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan daerah, tetapi juga ruang untuk kembali mengenalkan kekayaan seni dan budaya lokal kepada masyarakat.
Hal itu terlihat dalam Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb yang digelar di Gedung DPRD Berau, Senin (14/9/2026). Rangkaian kegiatan diwarnai berbagai pertunjukan seni yang mengangkat identitas budaya daerah.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian ialah Tarian Daerah “Jappin Banua Barrau” binaan Lurah Sambaliung, Kecamatan Sambaliung. Tarian tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kesenian tradisional dalam agenda resmi pemerintahan sekaligus memperkenalkan budaya Berau kepada masyarakat luas.
Kemudian suasana semakin semarak dengan persembahan lagu “Pagaddi Angka 8” oleh Paduan Suara IKAT. Kelompok tersebut merupakan Juara I Lomba Paduan Suara Kategori Umum Tahun 2026.
Tidak hanya kategori umum, talenta pelajar juga mendapat ruang melalui penampilan Paduan Suara SMA Negeri 1 Berau. Mereka membawakan lagu “Gali di Rantau” yang sebelumnya meraih Juara I Lomba Paduan Suara Kategori Sekolah Tahun 2026.
Pertunjukan budaya dilanjutkan dengan penampilan Tarian “Rentak Rebana” dari Sanggar Tari Bulu Pattung binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Berau.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa mengatakan keterlibatan pelaku seni dalam rangkaian Hari Jadi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal.
“Ini menjadi ruang bagi pelaku seni untuk terus berkarya dan mengenalkan budaya Berau,” ujarnya.
Menurutnya, seni dan budaya tidak hanya menjadi pelengkap dalam perayaan hari jadi, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas daerah. Karena itu, pembinaan terhadap sanggar, komunitas seni, hingga generasi muda perlu terus dilakukan.
Rangkaian pertunjukan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perayaan hari jadi dapat menjadi ruang pertemuan antara tradisi, kreativitas generasi muda, dan agenda pembangunan daerah.
Yudha menegaskan, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama agar kesenian khas Berau tidak kehilangan tempat di tengah perkembangan zaman.
“Harapannya, generasi muda semakin mencintai budaya daerah dan ikut melestarikannya,” pungkasnya. (ri/sd)
Senin, 14/09/2026
Penampilan Tarian Daerah “Jappin Banua Barrau” binaan Lurah Sambaliung saat Rapat Paripurna memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb di Gedung DPRD Berau, Senin (14/9/2026).
TERPOPULER